KABARIJEN.com – DPRD Banyuwangi resmi mengesahkan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) tahun 2026 dalam rapat paripurna yang digelar Sabtu lalu (29/11/2025). Selain Propemperda, tiga raperda prioritas turut disahkan dalam sidang tersebut.
Tiga raperda yang disetujui masing-masing yakni Raperda tentang Perlindungan dan Pengembangan Produk Unggulan Daerah, Raperda tentang Pembinaan Ideologi Pancasila, serta Raperda tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, didampingi Wakil Ketua Michael Edy Hariyanto dan Ruliyono. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, jajaran perangkat daerah, serta seluruh anggota dewan hadir mengikuti jalannya paripurna.
I Made Cahyana Negara menegaskan bahwa pengesahan Propemperda menjadi tonggak penting dalam menata arah regulasi daerah pada tahun mendatang.
“Propemperda 2026 kami susun berdasarkan kebutuhan strategis Banyuwangi. Regulasi yang dilahirkan harus memberikan kepastian, memperkuat tata kelola, dan memastikan pembangunan berjalan efektif,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tiga raperda yang disahkan merupakan bagian dari agenda prioritas yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
“Perlindungan produk unggulan daerah, penguatan ideologi Pancasila, serta fasilitasi pesantren adalah aspek fundamental. Ini bukan sekadar aturan, tetapi instrumen untuk menjaga identitas daerah dan meningkatkan daya saing masyarakat,” tambahnya.
Ketua DPRD juga menyampaikan bahwa proses penyusunan Propemperda telah melalui pembahasan panjang di tingkat alat kelengkapan dewan. Penyelarasan dengan kebijakan pemerintah daerah dilakukan untuk memastikan seluruh rancangan peraturan sesuai kebutuhan pembangunan.
Menurutnya, sejumlah raperda tambahan masih akan dibahas pada masa sidang berikutnya, termasuk regulasi yang berkaitan dengan investasi dan penguatan sektor ekonomi rakyat. Ia memastikan DPRD tetap membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya agar setiap regulasi berdampak nyata.
“Kami ingin produk hukum daerah benar-benar aplikatif dan tidak hanya berhenti sebagai dokumen. DPRD berkomitmen mengawal seluruh raperda agar memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan warga Banyuwangi,” jelas Made.
Related posts

Gandrung Sewu: Saat Budaya Bertemu Inovasi dan Kreativitas
KABARIJEN.COM – Bertemakan Payung Agung ‘The Diversity of Culture’, Gandrung Sewu membuka jendela keragaman dan kekayaan budaya nusantara yang hidup berdampingan secara harmonis di Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu kembali memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024). Sebanyak 1.350 penari Gandrung Sewu menampilkan…
Dam Singir: Simbol Kekokohan Arsitektur Belanda di Banyuwangi
KABARIJEN.com – Dam Singir, yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi simbol kekokohan arsitektur Belanda yang masih lestari hingga kini. Bangunan monumental ini memancarkan keindahan dan kehandalan strukturalnya yang tak tertandingi. “Dam Singir bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga peninggalan berharga yang mencerminkan…
Rayakan Hari Wayang Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Wayang Kulit Selama Tiga Hari
KABARIJEN.com – Memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November, Banyuwangi Festival menggelar Festival Wayang Kulit 2023. Selama 3 hari (6 – 8 November), setiap malam ditampilkan pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertunjukan tersebut menampilkan parade 3 dalang…
PT BSI Dukung Petik Laut Nelayan Pancer Banyuwangi
KABARIJEN.com – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut mendukung perayaan upacara tradisi petik laut yang dilakukan masyarakat Kampung Nelayan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tradisi petik laut ke-48 itu, merupakan perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Hari pertama perayaan ini diawali dengan doa…
Dijuluki Raja Ampatnya Banyuwangi, Pulau Bedil Jadi Primadona Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Destinasi yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” ini mencatatkan kunjungan…
Pulau Bedil Jadi Magnet Wisata Baru Banyuwangi Saat Musim Liburan
KABARIJEN.com – Pesona Pulau Bedil, yang dijuluki ‘Raja Ampat-nya Banyuwangi’, kian menyedot perhatian wisatawan. Destinasi eksotis yang berlokasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini terus mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat momen hari libur dan libur Natal dan Tahun…
Akses Mulus ke Pulau Bedil, Disbudpar Apresiasi Peran CSR
Banyuwangi – Destinasi wisata baru Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, langsung diserbu ribuan wisatawan. Pulau ini, dengan pemandangan darat dan bawah laut yang eksotis, bahkan dijuluki sebagai Raja Ampatnya Banyuwangi. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Pulau Merah Banyuwangi Banjir Pengunjung saat Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pantai Pulau Merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, jadi primadona wisatawan selama libur lebaran Idul Fitri 2025. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, terhitung mulai tanggal 28 Maret-7 April, lonjakan pengunjung mencapai 300 persen dibanding…