KABARIJEN.com – Apa yang dilakukan PT Bumi Suksesindo (PT BSI) harus menjadi contoh perusahaan tambang lain di Indonesia. Bagaimana tidak, anak Perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk (PT MCG) ini berhasil melakukan reklamasi lahan bekas tambang hingga kembali menjadi habitat ratusan satwa. Serta menyulap kedalam kondisi alami semula.
Mulai dari ragam jenis tanaman, spesies burung, mamalia, amfibi, reptile, kupu-kupu, capung dan berbagai jenis serangga kembali menghuni bekas tambang emas gunung Tumpang Pitu, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut.
Superintendent Reklamasi Lahan PT BSI, Faisal Muslim menjelaskan, sejak tahun 2016, pihaknya telah menjalankan program penghijauan di 21 titik di area operasi Tujuh Bukit Operations (TBO). Dengan total luasan 74,45 hektar. Melalui proses reklamasi yang tepat, PT BSI berhasil mengembalikan kehidupan alami.
“Proses ini dilakukan secara bertahap sejak awal operasi tambang. Tanah humus yang subur disimpan dengan hati-hati dan digunakan kembali setelah proses penambangan selesai,” kata Faisal, Sabtu (29/6/2024).
“Untuk memperkuat tanah, dilakukan penanaman rerumputan, legum dan tanaman rambat sebelum akhirnya menanam pepohonan,” imbuhnya.
Keberhasilan program reklamasi yang dilakukan PT BSI, lanjut Faisal, tidak hanya terlihat dari tumbuhnya pepohonan hijau. Kawasan yang telah dihijaukan tersebut kini menjadi rumah bagi beragam satwa, termasuk yang langka.
Berdasarkan inventarisasi bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dikawasan reboisasi PT BSI tercatat kembali menjadi tempat berkembang biak 325 jenis tanaman. 108 spesies burung, 30 spesies mamalia, 15 spesies amfibi, 30 spesies reptil, 54 spesies kupu-kupu, 16 spesies capung, dan beragam jenis serangga.
Guna memantau tumbuh kembang, PT BSI memasang kamera trap di sepuluh lokasi strategis. Hasilnya sungguh memuaskan. Spesies seperti merak hijau, kijang, landak, rangkong badak, julang, dan ayam hutan berhasil terekam. Bahkan, keberadaan Elang Jawa dan Kukang Jawa juga terpantau.
“Fokus kami memastikan semua lokasi reklamasi terus dirawat dan diperhatikan. Kami berupaya mengembalikan kondisi area bekas tambang hingga mendekati keadaan aslinya sebelum ditambang,” cetus Faisal.
Ketua Bagian Monitoring, Setiawan, menjelaskan bahwa keberhasilan yang dicapai tidak lepas dari komitmen PT BSI dalam merawat tumbuhan dan satwa-satwa tersebut. Meskipun pujian dari pemerintah telah mereka terima, namun mereka sadar bahwa pekerjaan mereka belum selesai.
Keberhasilan PT BSI dalam menghijaukan kembali kawasan Tumpang Pitu tidak hanya merupakan prestasi bagi Perusahaan. Namun juga menjadi teladan bagi industri tambang lainnya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. (*)
Related posts

Gandrung Sewu: Saat Budaya Bertemu Inovasi dan Kreativitas
KABARIJEN.COM – Bertemakan Payung Agung ‘The Diversity of Culture’, Gandrung Sewu membuka jendela keragaman dan kekayaan budaya nusantara yang hidup berdampingan secara harmonis di Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu kembali memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024). Sebanyak 1.350 penari Gandrung Sewu menampilkan…
Dam Singir: Simbol Kekokohan Arsitektur Belanda di Banyuwangi
KABARIJEN.com – Dam Singir, yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi simbol kekokohan arsitektur Belanda yang masih lestari hingga kini. Bangunan monumental ini memancarkan keindahan dan kehandalan strukturalnya yang tak tertandingi. “Dam Singir bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga peninggalan berharga yang mencerminkan…
Rayakan Hari Wayang Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Wayang Kulit Selama Tiga Hari
KABARIJEN.com – Memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November, Banyuwangi Festival menggelar Festival Wayang Kulit 2023. Selama 3 hari (6 – 8 November), setiap malam ditampilkan pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertunjukan tersebut menampilkan parade 3 dalang…
PT BSI Dukung Petik Laut Nelayan Pancer Banyuwangi
KABARIJEN.com – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut mendukung perayaan upacara tradisi petik laut yang dilakukan masyarakat Kampung Nelayan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tradisi petik laut ke-48 itu, merupakan perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Hari pertama perayaan ini diawali dengan doa…
Dijuluki Raja Ampatnya Banyuwangi, Pulau Bedil Jadi Primadona Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Destinasi yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” ini mencatatkan kunjungan…
Pulau Bedil Jadi Magnet Wisata Baru Banyuwangi Saat Musim Liburan
KABARIJEN.com – Pesona Pulau Bedil, yang dijuluki ‘Raja Ampat-nya Banyuwangi’, kian menyedot perhatian wisatawan. Destinasi eksotis yang berlokasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini terus mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat momen hari libur dan libur Natal dan Tahun…
Akses Mulus ke Pulau Bedil, Disbudpar Apresiasi Peran CSR
Banyuwangi – Destinasi wisata baru Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, langsung diserbu ribuan wisatawan. Pulau ini, dengan pemandangan darat dan bawah laut yang eksotis, bahkan dijuluki sebagai Raja Ampatnya Banyuwangi. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Pulau Merah Banyuwangi Banjir Pengunjung saat Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pantai Pulau Merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, jadi primadona wisatawan selama libur lebaran Idul Fitri 2025. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, terhitung mulai tanggal 28 Maret-7 April, lonjakan pengunjung mencapai 300 persen dibanding…