KABARIJEN.com – Camat Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Didik Eko Wahyudi, S.Pd, bergerak cepat mengambil langkah preventif guna mencegah praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah kerjanya. Langkah strategis ini diambil menyusul insiden maut yang menewaskan seorang penambang ilegal akibat tertimbun longsor pada Sabtu (5/9/2026) lalu.
Sebagai informasi, peristiwa tragis tersebut terjadi di kawasan Bukit Genderuwo, tepatnya di petak 74M wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pulau Merah, Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sukomade, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan.
Secara administratif, lokasi lubang tambang emas ilegal tersebut masuk ke dalam wilayah Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Ironisnya, lokasi itu sebenarnya merupakan area yang telah mengantongi Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) resmi dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk PT Bumi Suksesindo (PT BSI).
Dalam insiden longsor tersebut, dari total empat orang penambang emas ilegal, tiga dinyatakan berhasil selamat. Mereka adalah Rendi Cahyono, warga Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Joko Cahyono Heru Wahyudi, warga Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, dan Budiono, warga Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran.
Namun nahas, satu orang penambang lainnya atas nama Sudarto alias Kancil, warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran.
Merespons kejadian tersebut, Camat Pesanggaran menegaskan bahwa pihak kecamatan kini tengah memperkuat lini koordinasi dengan berbagai elemen struktural di tingkat bawah maupun vertikal.
“Kami melakukan koordinasi dengan Kades dan jajaran Forpimka (Forum Pimpinan Kecamatan) terkait, untuk sosialisasi dan pencegahan,” ujar Camat Pesanggaran, Didik Eko Wahyudi, S.Pd, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, pihak pemerintah daerah sebenarnya sudah berulang kali memberikan peringatan keras terkait bahaya penambangan emas ilegal. Kendati demikian, dia mengakui bahwa tindakan represif berupa razia besar-besaran memang belum pernah digelar sejak dirinya resmi menjabat.
“Karena saya masih baru, saya tidak tahu (kebijakan) pemerintah sebelumnya. Tetapi kami mementingkan pembinaan berkelanjutan,” tandas Didik.
Upaya pencegahan dan edukasi secara masif ini dinilai sangat penting dilakukan. Selain karena praktik PETI melanggar hukum dan bertaruh nyawa akibat mengabaikan faktor keselamatan.
Keberadaan tambang emas ilegal di dalam wilayah PPKH PT BSI tersebut secara nyata merugikan iklim investasi daerah. Khususnya bagi pelaku usaha selaku pemegang izin resmi dari pemerintah. (*)
Related posts

Sound System Baru Bantu Anak-anak Sanggar Rasendrya Lebih Semangat Berlatih
KABARIJEN.com – Komitmen berkhidmad berbagi manfaat, terus digelorakan PT Bumi Suksesindo (PT BSI). Kali ini, pelaku investasi di Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut merealisasikan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau yang biasa diaebut Corporate Social Responsibility (CSR), kepada Sanggar Tari Rasendrya, Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran,…
Gandrung Sewu: Saat Budaya Bertemu Inovasi dan Kreativitas
KABARIJEN.COM – Bertemakan Payung Agung ‘The Diversity of Culture’, Gandrung Sewu membuka jendela keragaman dan kekayaan budaya nusantara yang hidup berdampingan secara harmonis di Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu kembali memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024). Sebanyak 1.350 penari Gandrung Sewu menampilkan…
Dam Singir: Simbol Kekokohan Arsitektur Belanda di Banyuwangi
KABARIJEN.com – Dam Singir, yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi simbol kekokohan arsitektur Belanda yang masih lestari hingga kini. Bangunan monumental ini memancarkan keindahan dan kehandalan strukturalnya yang tak tertandingi. “Dam Singir bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga peninggalan berharga yang mencerminkan…
Rayakan Hari Wayang Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Wayang Kulit Selama Tiga Hari
KABARIJEN.com – Memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November, Banyuwangi Festival menggelar Festival Wayang Kulit 2023. Selama 3 hari (6 – 8 November), setiap malam ditampilkan pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertunjukan tersebut menampilkan parade 3 dalang…
Dijuluki Raja Ampatnya Banyuwangi, Pulau Bedil Jadi Primadona Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Destinasi yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” ini mencatatkan kunjungan…
Pulau Bedil Jadi Magnet Wisata Baru Banyuwangi Saat Musim Liburan
KABARIJEN.com – Pesona Pulau Bedil, yang dijuluki ‘Raja Ampat-nya Banyuwangi’, kian menyedot perhatian wisatawan. Destinasi eksotis yang berlokasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini terus mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat momen hari libur dan libur Natal dan Tahun…
Akses Mulus ke Pulau Bedil, Disbudpar Apresiasi Peran CSR
Banyuwangi – Destinasi wisata baru Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, langsung diserbu ribuan wisatawan. Pulau ini, dengan pemandangan darat dan bawah laut yang eksotis, bahkan dijuluki sebagai Raja Ampatnya Banyuwangi. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Pulau Merah Banyuwangi Banjir Pengunjung saat Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pantai Pulau Merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, jadi primadona wisatawan selama libur lebaran Idul Fitri 2025. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, terhitung mulai tanggal 28 Maret-7 April, lonjakan pengunjung mencapai 300 persen dibanding…