Trending News

Berita Terbaru

DPRD Banyuwangi Ingatkan Keselamatan Pelayaran di Tengah Gelombang Tinggi Selat Bali
Daerah

DPRD Banyuwangi Ingatkan Keselamatan Pelayaran di Tengah Gelombang Tinggi Selat Bali 

KABARIJEN.com – DPRD Banyuwangi mengimbau seluruh masyarakat, khususnya nelayan, operator kapal, pelaku wisata bahari, dan pengguna jasa penyeberangan Selat Bali untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan gelombang tinggi dan angin kencang yang diprediksi berlangsung hingga Agustus 2026.

Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara, yang akrab disapa Made, mengatakan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem di perairan Selat Bali.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mengabaikan peringatan cuaca dari BMKG. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas dibanding memaksakan aktivitas di laut saat kondisi cuaca tidak memungkinkan,” ujar Made, Senin (27/7/2026).

Berdasarkan informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Banyuwangi, wilayah Selat Bali saat ini memasuki periode musim gelombang sedang hingga tinggi yang umumnya terjadi pada Juni, Juli, dan Agustus. Kondisi tersebut diperkuat oleh gelombang dari Samudera Hindia yang merambat ke Selat Bali.

Prakirawan BMKG Banyuwangi memperkirakan tinggi gelombang di Selat Bali dapat mencapai 1,2 hingga 2 meter, disertai kecepatan angin sekitar 20 knot dari arah selatan ke utara. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bagi aktivitas pelayaran maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir.

Made meminta seluruh operator kapal penyeberangan mematuhi standar keselamatan, mulai dari pembatasan kapasitas penumpang hingga memastikan seluruh perlengkapan keselamatan tersedia sesuai ketentuan.

“Kami berharap seluruh operator kapal benar-benar mengutamakan aspek keselamatan. Jangan sampai ada pelanggaran kapasitas muatan maupun kelalaian terhadap perlengkapan keselamatan yang justru membahayakan penumpang,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Menurut Made, koordinasi antara BMKG, KSOP, ASDP, TNI-Polri, Basarnas, dan pemerintah daerah juga perlu terus diperkuat agar informasi perkembangan cuaca dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat.

Ia menilai penyampaian informasi yang cepat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan laut, terutama pada jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang merupakan salah satu lintasan tersibuk di Indonesia.

“Sinergi seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar mitigasi bencana di wilayah pesisir berjalan maksimal. Informasi cuaca harus sampai kepada masyarakat dan operator kapal secara cepat sehingga langkah antisipasi bisa segera dilakukan,” katanya.

Made juga mengingatkan para nelayan, pemancing, dan pelaku wisata bahari agar tidak memaksakan melaut apabila kondisi cuaca dinilai berisiko. Menurutnya, menunda aktivitas merupakan pilihan terbaik demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat pesisir untuk selalu waspada dan disiplin mengikuti rekomendasi BMKG maupun aparat terkait. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama dan harus menjadi budaya dalam setiap aktivitas di laut,” ujar Made.

Previous

DPRD Banyuwangi Ingatkan Keselamatan Pelayaran di Tengah Gelombang Tinggi Selat Bali

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *