KABARIJEN.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi resmi menyetujui dan mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2025 menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Pengesahan ini ditandai dengan penandatanganan dokumen oleh Bupati Banyuwangi dan Pimpinan DPRD dalam rapat paripurna yang digelar pada Senin (30/06/2025).
Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliyono, didampingi Wakil Ketua DPRD Michael Edy Hariyanto, serta dihadiri anggota dewan lintas fraksi. Turut hadir pula Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, Pejabat Sekretaris Daerah Guntur Priambodo, sejumlah Asisten Bupati, Kepala SKPD, Camat, dan Lurah.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembahasan Raperda P-APBD 2025 didasari atas kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang strategis dan memberikan gambaran kuat terhadap kekuatan fiskal serta arah pembangunan yang akan dicapai dalam sisa tahun anggaran berjalan.
“DPRD sepakat bahwa perubahan APBD tahun anggaran 2025 difokuskan pada antisipasi ketidakpastian perekonomian global, normalisasi likuiditas daerah, serta implementasi kebijakan yang telah ditetapkan,” ujar Michael Edy dalam rapat paripurna.
Michael juga menjelaskan beberapa poin penting sebagai tanggapan atas pertanyaan dan pendalaman substansi dari anggota Banggar DPRD, di antaranya:
Ketersediaan Anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga) sesuai amanat Permendagri Nomor 15 Tahun 2024, wajib dialokasikan secara proporsional dan tepat sasaran untuk keperluan darurat dan bantuan sosial yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.
Komitmen pembangunan pemuda dan keolahragaan harus terus menjadi perhatian dengan ketersediaan anggaran memadai, termasuk pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi sebagai bagian dari persiapan sumber daya manusia Banyuwangi.
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya dari sektor retribusi perlu dievaluasi dan menjadi perhatian serius. Raperda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah akan dibahas dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme.
Pembiayaan daerah melalui pinjaman jangka panjang akan direalisasikan sesuai kebutuhan dengan pengawasan ketat terhadap likuiditas daerah.
Michael menambahkan bahwa DPRD sangat mendukung langkah-langkah refocusing dan efisiensi anggaran untuk mengoptimalkan pendapatan daerah dan menjaga kualitas pelayanan publik.
“Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang mengamanatkan efisiensi juga menjadi dasar perubahan APBD ini. Belanja modal diarahkan pada kegiatan yang produktif agar pelayanan dasar tetap berjalan optimal,” tambahnya.
Secara rinci, perubahan APBD 2025 menetapkan proyeksi pendapatan daerah turun dari Rp 3,473 triliun menjadi Rp 3,440 triliun, atau turun 0,94 persen. Namun, PAD justru mengalami kenaikan sebesar 5,41 persen menjadi Rp 740,3 miliar. Pendapatan transfer turun 2,60 persen menjadi Rp 2,648 triliun. Sementara pendapatan lain-lain tetap stabil sebesar Rp 51,248 miliar.
Sisi belanja daerah justru mengalami kenaikan signifikan dari Rp 3,406 triliun menjadi Rp 3,899 triliun atau naik 14,47 persen. Pembiayaan daerah yang semula minus Rp 66,5 miliar berubah menjadi surplus Rp 459,2 miliar.
Dalam sambutannya usai pengesahan, Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DPRD atas kerja keras dan dukungannya.
“Pembahasan Raperda P-APBD 2025 berjalan cepat dan substantif sehingga hasilnya dapat merepresentasikan aspirasi masyarakat Banyuwangi,” ujar Bupati Ipuk.
Menurutnya, dengan disahkannya Perda P-APBD ini, landasan hukum pelaksanaan seluruh program pembangunan di tahun 2025 telah lengkap, mencakup pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah.
“Selanjutnya, dokumen Perda ini akan kami kirimkan ke Gubernur Jawa Timur untuk evaluasi sebelum ditetapkan dan diundangkan menjadi Perda resmi,” pungkas Ipuk.
Related posts

Gandrung Sewu: Saat Budaya Bertemu Inovasi dan Kreativitas
KABARIJEN.COM – Bertemakan Payung Agung ‘The Diversity of Culture’, Gandrung Sewu membuka jendela keragaman dan kekayaan budaya nusantara yang hidup berdampingan secara harmonis di Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu kembali memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024). Sebanyak 1.350 penari Gandrung Sewu menampilkan…
Dam Singir: Simbol Kekokohan Arsitektur Belanda di Banyuwangi
KABARIJEN.com – Dam Singir, yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi simbol kekokohan arsitektur Belanda yang masih lestari hingga kini. Bangunan monumental ini memancarkan keindahan dan kehandalan strukturalnya yang tak tertandingi. “Dam Singir bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga peninggalan berharga yang mencerminkan…
Rayakan Hari Wayang Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Wayang Kulit Selama Tiga Hari
KABARIJEN.com – Memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November, Banyuwangi Festival menggelar Festival Wayang Kulit 2023. Selama 3 hari (6 – 8 November), setiap malam ditampilkan pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertunjukan tersebut menampilkan parade 3 dalang…
PT BSI Dukung Petik Laut Nelayan Pancer Banyuwangi
KABARIJEN.com – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut mendukung perayaan upacara tradisi petik laut yang dilakukan masyarakat Kampung Nelayan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tradisi petik laut ke-48 itu, merupakan perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Hari pertama perayaan ini diawali dengan doa…
Dijuluki Raja Ampatnya Banyuwangi, Pulau Bedil Jadi Primadona Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Destinasi yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” ini mencatatkan kunjungan…
Pulau Bedil Jadi Magnet Wisata Baru Banyuwangi Saat Musim Liburan
KABARIJEN.com – Pesona Pulau Bedil, yang dijuluki ‘Raja Ampat-nya Banyuwangi’, kian menyedot perhatian wisatawan. Destinasi eksotis yang berlokasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini terus mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat momen hari libur dan libur Natal dan Tahun…
Akses Mulus ke Pulau Bedil, Disbudpar Apresiasi Peran CSR
Banyuwangi – Destinasi wisata baru Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, langsung diserbu ribuan wisatawan. Pulau ini, dengan pemandangan darat dan bawah laut yang eksotis, bahkan dijuluki sebagai Raja Ampatnya Banyuwangi. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Pulau Merah Banyuwangi Banjir Pengunjung saat Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pantai Pulau Merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, jadi primadona wisatawan selama libur lebaran Idul Fitri 2025. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, terhitung mulai tanggal 28 Maret-7 April, lonjakan pengunjung mencapai 300 persen dibanding…