Trending News

Berita Terbaru

Ketua DPRD Banyuwangi: Festival Memengan Jadi Upaya Lestarikan Budaya dan Cegah Anak Kecanduan Gawai
Daerah

Ketua DPRD Banyuwangi: Festival Memengan Jadi Upaya Lestarikan Budaya dan Cegah Anak Kecanduan Gawai 

KABARIJEN.com – DPRD Banyuwangi mendukung penyelenggaraan Festival Memengan Tradisional sebagai upaya melestarikan permainan warisan budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara menilai permainan tradisional tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang mampu menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, disiplin, dan kerja sama sejak usia dini.

“Kami mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang terus menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk mengenal dan memainkan permainan tradisional. Ini bukan sekadar melestarikan budaya, tetapi juga investasi dalam membangun karakter generasi penerus,” kata Made.

Festival Memengan Tradisional digelar di Taman Blambangan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Kegiatan tersebut diikuti hampir seribu siswa TK dan SD dari 25 kecamatan di Banyuwangi.

Ribuan peserta memainkan beragam permainan tradisional Nusantara, seperti gobak sodor, engklek, congklak, egrang, bekel, lompat tali, semprongan karet, terompah, hingga mobil-mobilan berbahan kulit buah pomelo.

Menurut Made, kegiatan semacam itu menjadi alternatif positif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai. Interaksi langsung melalui permainan dinilai mampu meningkatkan kemampuan sosial sekaligus menjaga kesehatan fisik anak.

“Anak-anak sekarang tumbuh di era digital. Karena itu mereka juga perlu ruang untuk berinteraksi secara langsung, belajar bekerja sama, menghargai teman, dan mengenal budaya bangsa melalui permainan tradisional,” ujarnya.

Ia menambahkan, DPRD Banyuwangi mendukung program pelestarian budaya yang menyasar dunia pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis mengenalkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari pembelajaran karakter.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada peringatan Hari Anak Nasional saja, tetapi dapat menjadi agenda berkelanjutan di sekolah maupun ruang-ruang publik. DPRD siap mendukung program yang berdampak positif bagi tumbuh kembang anak-anak Banyuwangi,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Selain Festival Memengan Tradisional, peringatan Hari Anak Nasional di Banyuwangi juga diisi pameran karya pelajar, lomba story telling, serta Padang Ulanan yang menampilkan kreativitas dan potensi seni budaya para pelajar. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah pengembangan karakter, kreativitas, dan kecintaan generasi muda terhadap budaya Indonesia.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *