KABARIJEN.COM – Pimpinan DPRD Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Michael Edy Hariyanto, meminta TN Alas Purwo, untuk menggratiskan tiket masuk umat Hindu yang hendak bersembahyang di Pura Luhur Giri Salaka.
“Kebijakan itu, kalau bisa malah membantu umat yang akan bersembahyang. Bukan malah membuat aturan yang memberatkan orang mau beribadah, bukan malah harga tiket dinaikkan,” tegas Michael, Selasa (19/11/2024).
Seperti diketahui, Pura Luhur Giri Salaka, merupakan tempat ibadah sakral umat Hindu. Baik umat Hindu di Banyuwangi, Bali bahkan seantero Indonesia. Pura tersebut berada satu area dengan Situs Kawitan, situs bersejarah peninggalan kerajaan Blambangan, yang berada di kawasan TN Alas Purwo.
Secara administrasi, Pura Luhur Giri Salaka dan Situs Kawitan, berada di wilayah Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.
Sejak 30 Oktober 2024 lalu, TN Alas Purwo, menaikan harga tiket masuk. Dari yang sebelumnya hanya Rp5 ribu, menjadi Rp20 ribu pada hari biasa. Dan Rp30 ribu pada hari libur.
Kenaikan tersebut disinyalir sebagai imbas diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Kami meminta pemerintah dan Kementrian LHK, untuk merubah kebijakan yang membebani umat Hindu ini,” cetus Michael.
Michael yang juga Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, menilai mahalnya tiket masuk TN Alas Purwo, yang membebani umat Hindu, rawan menabrak kebebasan beragama seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45).
“Dan patut diduga, karena mengganggu kelancaran peribadatan umat beragama, kebijakan ini telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Untuk itu, sekali lagi kami minta pemerintah dan Kementrian LHK, untuk menghapus kebijakan yang membebani proses peribadatan umat Hindu ini,” papar Michael.
Kenaikan harga tiket masuk TN Alas Purwo, juga dikeluhkan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banyuwangi. Bahkan organisasi umat Hindu tersebut menggelar audiensi ke Kantor Balai Taman Nasional Alas Purwo, di Jalan Brawijaya, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi.
“Setiap orang punya hak dan kewajiban yang sama dalam pelaksanaan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Tapi kan ya kadang-kadang ini tidak semuanya menepati atau menindaklanjuti dari Undang-Undang yang sudah kita sepakati bersama oleh pendiri bangsa,” Kata Ketua PHDI Banyuwangi, Sardiyanto.
Hasil audiensi, Kantor Balai Taman Nasional Alas Purwo, menerbitkan kebijakan. Salah satunya akan memberi diskon kepada umat Hindu yang hendak bersembahyang di Pura Luhur Giri Salaka. Yang artinya, umat Hindu masih akan terbebani ketika akan menjalankan ibadah sesuai agama yang mereka anut. Melanggar UUD 45 dan Hak Asasi Manusia gak sih!?
Related posts

Gandrung Sewu: Saat Budaya Bertemu Inovasi dan Kreativitas
KABARIJEN.COM – Bertemakan Payung Agung ‘The Diversity of Culture’, Gandrung Sewu membuka jendela keragaman dan kekayaan budaya nusantara yang hidup berdampingan secara harmonis di Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu kembali memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024). Sebanyak 1.350 penari Gandrung Sewu menampilkan…
Dam Singir: Simbol Kekokohan Arsitektur Belanda di Banyuwangi
KABARIJEN.com – Dam Singir, yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi simbol kekokohan arsitektur Belanda yang masih lestari hingga kini. Bangunan monumental ini memancarkan keindahan dan kehandalan strukturalnya yang tak tertandingi. “Dam Singir bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga peninggalan berharga yang mencerminkan…
Rayakan Hari Wayang Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Wayang Kulit Selama Tiga Hari
KABARIJEN.com – Memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November, Banyuwangi Festival menggelar Festival Wayang Kulit 2023. Selama 3 hari (6 – 8 November), setiap malam ditampilkan pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertunjukan tersebut menampilkan parade 3 dalang…
PT BSI Dukung Petik Laut Nelayan Pancer Banyuwangi
KABARIJEN.com – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut mendukung perayaan upacara tradisi petik laut yang dilakukan masyarakat Kampung Nelayan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tradisi petik laut ke-48 itu, merupakan perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Hari pertama perayaan ini diawali dengan doa…
Dijuluki Raja Ampatnya Banyuwangi, Pulau Bedil Jadi Primadona Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Destinasi yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” ini mencatatkan kunjungan…
Pulau Bedil Jadi Magnet Wisata Baru Banyuwangi Saat Musim Liburan
KABARIJEN.com – Pesona Pulau Bedil, yang dijuluki ‘Raja Ampat-nya Banyuwangi’, kian menyedot perhatian wisatawan. Destinasi eksotis yang berlokasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini terus mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat momen hari libur dan libur Natal dan Tahun…
Akses Mulus ke Pulau Bedil, Disbudpar Apresiasi Peran CSR
Banyuwangi – Destinasi wisata baru Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, langsung diserbu ribuan wisatawan. Pulau ini, dengan pemandangan darat dan bawah laut yang eksotis, bahkan dijuluki sebagai Raja Ampatnya Banyuwangi. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Pulau Merah Banyuwangi Banjir Pengunjung saat Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pantai Pulau Merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, jadi primadona wisatawan selama libur lebaran Idul Fitri 2025. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, terhitung mulai tanggal 28 Maret-7 April, lonjakan pengunjung mencapai 300 persen dibanding…