Trending News

Berita Terbaru

DPRD Banyuwangi Sambut KAI Buka Layanan Angkutan Ternak dan Pertanian
Daerah

DPRD Banyuwangi Sambut KAI Buka Layanan Angkutan Ternak dan Pertanian 

KABARIJEN.com – Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara menyambut positif rencana pembukaan layanan angkutan ternak dan hasil pertanian menggunakan kereta api dari Banyuwangi menuju Jakarta.

Menurut Made, hadirnya layanan baru tersebut menjadi peluang untuk memperluas akses pemasaran komoditas pertanian dan peternakan Banyuwangi ke luar daerah.

“Ini tentu menjadi peluang yang baik bagi petani dan peternak Banyuwangi. Akses distribusi yang lebih cepat dan efisien bisa membantu membuka pasar yang lebih luas,” kata Made.

Layanan tersebut disiapkan PT KAI Logistik, anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir September 2026.

Dua stasiun di Banyuwangi disiapkan sebagai titik pemuatan, yakni Stasiun Argopuro di Kecamatan Kalipuro dan Stasiun Kalisetail di Kecamatan Sempu.

Komoditas yang akan diangkut meliputi hewan ternak, terutama sapi, serta berbagai hasil pertanian seperti buah, sayuran dan cabai menuju Jakarta.

Made mengatakan, Banyuwangi memiliki basis produksi pertanian dan peternakan yang cukup besar. Karena itu, dukungan terhadap sistem distribusi menjadi bagian penting dalam memperkuat sektor tersebut.

“Banyuwangi punya banyak komoditas unggulan. Kalau distribusinya semakin mudah, peluang produk lokal masuk ke pasar yang lebih besar juga semakin terbuka,” ujarnya.

Menurut Made, penggunaan kereta api juga dapat menjadi alternatif distribusi yang memberikan kepastian waktu perjalanan, terutama untuk pengiriman ternak yang membutuhkan penanganan khusus.

“Untuk ternak, faktor waktu dan kenyamanan selama perjalanan sangat penting. Semakin cepat sampai tujuan, tentu akan semakin baik bagi peternak maupun kondisi hewan,” katanya.

Direktur Operasi KAI Logistik Broer Rizal mengatakan, layanan angkutan ternak dan pertanian melalui kereta api sebenarnya pernah berjalan pada era 1960-an hingga awal 2000-an sebelum kemudian berhenti.

KAI Logistik kini berupaya menghidupkan kembali layanan tersebut untuk memperlancar distribusi komoditas dari daerah produksi menuju pusat permintaan.

Banyuwangi dipilih sebagai titik awal karena dinilai memiliki potensi komoditas yang beragam, termasuk populasi sapi yang cukup besar.

Untuk pengiriman, KAI Logistik memperkirakan waktu tempuh maksimal sekitar 26 jam. Angkutan tersebut akan menggunakan gerbong khusus hasil modifikasi kontainer yang disesuaikan dengan kebutuhan pengiriman.

Dalam sekali perjalanan, direncanakan terdapat 20 gerbong yang membawa sapi dan berbagai hasil pertanian.

Made berharap layanan tersebut tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi dapat memberikan dampak terhadap peningkatan nilai ekonomi komoditas lokal dan kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya layanan ini benar-benar bisa dimanfaatkan petani dan peternak Banyuwangi. Pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait juga perlu memastikan ekosistem distribusinya berjalan dengan baik,” pungkas Made.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *