KABARIJEN.com – Gelaran event ke 2nd Blitar Ethnic National (BEN) Carnival 2023 yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, Jawa timur berlangsung meriah. Pasalnya, panggung utama start di depan Kantor DPRD Kota Blitar dengan melintasi jalan Ahmad Yani dan jalan Merdeka dipenuhi penonton, Sabtu, (15/07/2023).
Pelaksanaan BEN Carnival ini merupakan gelaran kedua setelah BEN Carnival pertama pada 2022 lalu sukses digelar.
Kegiatan ini menampilkan 58 seni, budaya, adat dan suku daerah yang ada di Indonesia. Juga dihadiri Pemkab dan Pemkot seperti Kabupaten Banyuwangi, Tabalong Kalimantan Selatan, Kota Singkawang dan perwakilan dari beberapa daerah.
Antusias warga dari Blitar dan sekitarnya sangat terlihat dalam menyaksikan event yang juga menampilkan sejumlah tari tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
Seni dan budaya Banyuwangi pun turut memeriahkan panggung megah BEN Carnival 2023. Kesenian tradisi adat suku Osing Banyuwangi ini ditampilkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar. Kesan magis nuansa Banyuwangi pun turut ditampilkan dalam atraksi di panggung. Aroma harum dari dupa jenis kemenyan pun semerbak sehingga, semua penonton tertuju pada tampilan yang terkesan sakral ini.
Pada tahun pertama, BEN Carnival hanya menempuh jarak 800 meter. Kini rutenya akan lebih panjang yakni 1,2 kilometer.
Turut hadir Wali Kota Blitar, Drs. H. Santoso, M.Pd menyampaikan, tahun ini BEN Carnival memiliki makna yang istimewa, karna ada 9 daerah yang mengirimkan delegasi dan menampilkan kesenian di event ini, termasuk ada beberapa WNA yang ikut berpartisipasi.
“BEN Carnival 2023 ini adalah bagian dari upaya Pemkot Blitar untuk mengimplementasikan salah satu Trisakti Bung Karno yaitu berkepribadian dalam bidang kebudayaan,” kata Santoso.
Event ini mengusung tema “Blitar Keren Adiwara Indonesia” juga dihadiri Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Ainur Rofiq.
“Dari segi tampilan sangatlah bagus, ini merupakan konsep meperkenalkan seni budaya di Indonesia, untuk dari sisi pembagian tugas SKPD terlihat sangat real, jadi tiap SKPD harus bertanggungjawab atas suguhan tampilan yang akan di performkan,” ungkap Ainur Rofiq.
Tampilan seni dan budaya Kabupaten Banyuwangi menampilkan Barong Ider Bumi seperti yang terdapat di Suku Osing Desa Kemiren.
“Meski para penarinya bukan orang Banyuwangi namun sudah terlihat bagus meski ada beberapa unsur yang belum maksimal. Secara tampilan sudah sangat memukau penonton. Mereka semua dilatih khusus oleh seniman-seniman Banyuwangi. Namun untuk musik pengiringnya asli dari seniman Banyuwangi,” imbuh Ainur Rofiq.
Related posts

Gandrung Sewu: Saat Budaya Bertemu Inovasi dan Kreativitas
KABARIJEN.COM – Bertemakan Payung Agung ‘The Diversity of Culture’, Gandrung Sewu membuka jendela keragaman dan kekayaan budaya nusantara yang hidup berdampingan secara harmonis di Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu kembali memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024). Sebanyak 1.350 penari Gandrung Sewu menampilkan…
Dam Singir: Simbol Kekokohan Arsitektur Belanda di Banyuwangi
KABARIJEN.com – Dam Singir, yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi simbol kekokohan arsitektur Belanda yang masih lestari hingga kini. Bangunan monumental ini memancarkan keindahan dan kehandalan strukturalnya yang tak tertandingi. “Dam Singir bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga peninggalan berharga yang mencerminkan…
Rayakan Hari Wayang Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Wayang Kulit Selama Tiga Hari
KABARIJEN.com – Memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November, Banyuwangi Festival menggelar Festival Wayang Kulit 2023. Selama 3 hari (6 – 8 November), setiap malam ditampilkan pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertunjukan tersebut menampilkan parade 3 dalang…
PT BSI Dukung Petik Laut Nelayan Pancer Banyuwangi
KABARIJEN.com – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut mendukung perayaan upacara tradisi petik laut yang dilakukan masyarakat Kampung Nelayan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tradisi petik laut ke-48 itu, merupakan perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Hari pertama perayaan ini diawali dengan doa…
Dijuluki Raja Ampatnya Banyuwangi, Pulau Bedil Jadi Primadona Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Destinasi yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” ini mencatatkan kunjungan…
Pulau Bedil Jadi Magnet Wisata Baru Banyuwangi Saat Musim Liburan
KABARIJEN.com – Pesona Pulau Bedil, yang dijuluki ‘Raja Ampat-nya Banyuwangi’, kian menyedot perhatian wisatawan. Destinasi eksotis yang berlokasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini terus mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat momen hari libur dan libur Natal dan Tahun…
Akses Mulus ke Pulau Bedil, Disbudpar Apresiasi Peran CSR
Banyuwangi – Destinasi wisata baru Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, langsung diserbu ribuan wisatawan. Pulau ini, dengan pemandangan darat dan bawah laut yang eksotis, bahkan dijuluki sebagai Raja Ampatnya Banyuwangi. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Pulau Merah Banyuwangi Banjir Pengunjung saat Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pantai Pulau Merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, jadi primadona wisatawan selama libur lebaran Idul Fitri 2025. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, terhitung mulai tanggal 28 Maret-7 April, lonjakan pengunjung mencapai 300 persen dibanding…