KABARIJEN.com – Polsek Genteng melakukan berbagai cara agar bisa mengungkap identitas pelaku pembuang janin bayi perempuan di Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi.
Upaya yang dilakukan diantaranya dengan menyisir data ibu hamil di wilayah setempat. Namun sayangnya, hingga saat ini pelaku yang tega membuang janin itu masih belum diketahui.
Kapolsek Genteng Kompol Agung Setyo Budi melalui Kanit Reskrim Ipda Agus Purnomo mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk memburu pelaku. Caranya, dengan mencari informasi mulai di lingkaran terkecil hingga lingkup yang cukup luas.
“Kami tengah mencari informasi data ibu hamil mulai di sekitar TKP sampai ke klinik dan para bidan yang ada di Kecamatan Genteng,” kata Agus saat dikonfirmasi, Rabu (05/07/2023).
Menurutnya, polisi cukup kesulitan menemukan identitas pelaku karena saat kejadian pembuangan janin bayi tidak ada saksi di sekitar TKP.
Agus menyebut, terlebih janin bayi itu diduga dibuang saat malam hari dilihat dari perhitungan medis terkait waktu meninggalnya janin bayi tersebut.
“Apalagi di situ tidak ada lampu penerangan dan dibuang tepat samping sungai sekitar TKP,” cetusnya.
Walaupun tidak ada saksi yang melihat, lanjut Agus, polisi tengah berusaha mengungkap kasus ini dengan terus menggali informasi kepada warga yang ada di sekitar TKP.
“Kami terus berusaha untuk mencari, siapa pelaku yang tega membuang janin bayi di situ. Mohon doanya,” tutur Agus.
Ia menambahkan, dari keterangan dokter tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah janin bayi yang ditemukan ini.
Saat ditemukan, kondisi bayi dalam keadaan bersih dan utuh dengan tali pusar sudah dipotong. Indikasinya janin tersebut dilahirkan secara prematur, usia sekitar 6-7 bulan.
“Saat ini kami terus lanjutkan untuk penyelidikannya,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, dibuat geger. Sesosok janin bayi perempuan ditemukan tak bernyawa terbungkus kresek.
Jasadnya ditemukan di tumpukan sampah cabai tepat di bawah rerimbunan pohon bambu. Posisinya terbungkus kantong plastik yang dibalut kain putih.
Jasad janin bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Warsini (60), Senin (26/06/2023) sekitar pukul 14.00 WIB, saat dia pulang dari sawah dan melintas di jalan sekitar pohon bambu.
Saksi awalnya melihat banyak cabai sortiran yang dibuang di sekitar area tersebut. Warsini menyempatkan pulang terlebih dahulu, kemudian kembali dengan niatan memungut cabai yang masih layak.
Ketika memilah cabai, Warsini merasa heran melihat banyaknya lalat dan ada bau busuk bangkai yang begitu menyengat. Di sekitar sampah cabai dia menemukan adanya gundukan tanah.
Karen penasaran, Warsini mengorek gundukan itu dengan kayu. Dari dalam gundukan itu dia menemukan tas kresek berwarna putih. Setelah dibuka ternyata ada bungkusan kain putih yang berisi janin bayi.
Kejadian itu langsung dilaporkan ke pihak desa dan diteruskan ke Polsek Genteng. Dari hasil pemeriksaan rumah medis, janin bayi diperkirakan meninggal lebih dari 24 jam karena sudah mengeluarkan bau busuk.
Related posts

Gandrung Sewu: Saat Budaya Bertemu Inovasi dan Kreativitas
KABARIJEN.COM – Bertemakan Payung Agung ‘The Diversity of Culture’, Gandrung Sewu membuka jendela keragaman dan kekayaan budaya nusantara yang hidup berdampingan secara harmonis di Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu kembali memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024). Sebanyak 1.350 penari Gandrung Sewu menampilkan…
Dam Singir: Simbol Kekokohan Arsitektur Belanda di Banyuwangi
KABARIJEN.com – Dam Singir, yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi simbol kekokohan arsitektur Belanda yang masih lestari hingga kini. Bangunan monumental ini memancarkan keindahan dan kehandalan strukturalnya yang tak tertandingi. “Dam Singir bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga peninggalan berharga yang mencerminkan…
Rayakan Hari Wayang Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Wayang Kulit Selama Tiga Hari
KABARIJEN.com – Memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November, Banyuwangi Festival menggelar Festival Wayang Kulit 2023. Selama 3 hari (6 – 8 November), setiap malam ditampilkan pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertunjukan tersebut menampilkan parade 3 dalang…
PT BSI Dukung Petik Laut Nelayan Pancer Banyuwangi
KABARIJEN.com – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut mendukung perayaan upacara tradisi petik laut yang dilakukan masyarakat Kampung Nelayan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tradisi petik laut ke-48 itu, merupakan perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Hari pertama perayaan ini diawali dengan doa…
Dijuluki Raja Ampatnya Banyuwangi, Pulau Bedil Jadi Primadona Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Destinasi yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” ini mencatatkan kunjungan…
Pulau Bedil Jadi Magnet Wisata Baru Banyuwangi Saat Musim Liburan
KABARIJEN.com – Pesona Pulau Bedil, yang dijuluki ‘Raja Ampat-nya Banyuwangi’, kian menyedot perhatian wisatawan. Destinasi eksotis yang berlokasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini terus mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat momen hari libur dan libur Natal dan Tahun…
Akses Mulus ke Pulau Bedil, Disbudpar Apresiasi Peran CSR
Banyuwangi – Destinasi wisata baru Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, langsung diserbu ribuan wisatawan. Pulau ini, dengan pemandangan darat dan bawah laut yang eksotis, bahkan dijuluki sebagai Raja Ampatnya Banyuwangi. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Pulau Merah Banyuwangi Banjir Pengunjung saat Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pantai Pulau Merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, jadi primadona wisatawan selama libur lebaran Idul Fitri 2025. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, terhitung mulai tanggal 28 Maret-7 April, lonjakan pengunjung mencapai 300 persen dibanding…