KABARIJEN.com – Pameran tentang bandara Banyuwangi dalam rangkaian Festival Arsitektur Nusantara yang digelar di Gedung Djuang Banyuwangi mengungkapkan satu hal penting. Ternyata, bandara Banyuwangi menjadi patron pembangunan sejumlah bandara lainnya.
Mengusung konsep green building yang ramah lingkungan dan mengakomodir lokalitas yang menjadi ciri dari Bandara Banyuwangi, diadaptasi ke dalam pembangunan sejumlah bandara. Di antaranya adalah adalah Bandara Mandailing Natal dan bandara Sibisa Toba (Sumatera Utara), serta bandara Siboru Fak-Fak (Papua Barat).
“Ini tentu menjadi kebanggaan masyarakat Banyuwangi. Inovasi yang berasal dari daerah ternyata bisa diterima di tingkat nasional dan memberikan inspirasi,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat melihat pameran arsitektur yang menampilkan desain-desain bandara di Indonesia yang khas nusantara pada Rabu (5/7/2023).
Ipuk menceritakan bahwa bandara Banyuwangi dengan konsep yang demikian tersebut terinspirasi dari Koh Samui Airport di Thailand. “Saat mendampingi Pak Anas (Bupati Banyuwangi 2010-2021) ke Thailand, kami tertarik dengan desain Koh Samui yang unik. Tidak seperti bandara-bandara lainnya,” ungkap Ipuk.
Atas inspirasi tersebut, lanjut Ipuk, Bupati Anas menggandeng arsitek Andra Matin untuk mewujudkan gagasannya tersebut. Selain itu, juga melibatkan sejumlah budayawan guna menggali inspirasi sisi lokalitas apa dari Banyuwangi yang akan ditonjolkan.
“Waktu itu prinsipnya, membangun bandara yang sustainable. Untuk mewujudkan bandara yang berkelanjutan tersebut, tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga mengakomodasi nilai-nilai lokal,” kenang Ipuk.
Dari serangkaian diskusi tersebut, akhirnya terwujudlah desain bandara sebagaimana diketahui hari ini. Dengan mengadaptasi bentuk udeng khas Banyuwangi dan aksentuasi rumput hijau di bagian atapnya, membuat bandara tersebut menjadi sangat unik dan khas.
Konsepnya yang ramah lingkungan, menonjolkan lokalitas dan tetap menjaga kehijauan disekitarnya membuat bandara ini diganjar Aga Khan Award for Architecture pada 2022. Penghargaan bergengsi bertaraf internasional ini, menasbihkan kembali Indonesia. Setelah terakhir diterima pada 1995 untuk bandara Soekarno Hatta, Jakarta.
“PR kita sekarang adalah bagaimana menjaga dan mengembangkan bandara Banyuwangi sebaik-baiknya. Ini tidak sekadar bangunan dengan fungsinya yang tertentu, tapi ini adalah ikon daerah,” tegas Ipuk.
Menurut Andra Matin, arsitek bandara Banyuwangi, succes story di Banyuwangi itu menginspirasi daerah lain untuk mengadaptasi konsep yang sama. “Kami kemudian diminta untuk mendesain bandara dengan konsep serupa,” terang Andra Matin.
Tiga bandara yang sedang proses pembangunan di Sumatera Utara dan Papua Barat di atas, merupakan rancangan Andra Matin. Selain itu, Andra juga menggelar workshop bersama sejumlah arsitek lainnya untuk membangun bandara dengan konsep serupa. Dari hasil workshop itu, dihasilkan 12 rancangan bandara dengan konsep senada.
Di antaranya adalah Bandara Teluk Dalam, Salakanagara, Paloh, Maratua, Kabir-Alor, Pohuwato, Banggai Laut, Sitaro, Reni, Kabare, Dorehkar, dan Misool. Tersebar dari ujung barat hingga timur Indonesia.
Perlu diketahui, pameran tersebut akan berlangsung hingga 8 Juli 2023. Disajikan secara kronologis bagaimana proses perencanaan hingga pembangunan bandara Banyuwangi. Ada pula sejumlah maket bandara yang terinspirasi oleh bandara Banyuwangi.
Tidak sebatas tentang bandara, pameran juga menampilkan profil para peraih Aga Khan Award for Architecture dari masa ke masa. Termasuk beberapa di antaranya yang berasal dari Indonesia. Selain dua bandara, beberapa bangunan di Indonesia juga tercatat pernah meraih penghargaan yang sama. Mulai dari masjid, pesantren hingga komplek perkampungan.
Related posts

Gandrung Sewu: Saat Budaya Bertemu Inovasi dan Kreativitas
KABARIJEN.COM – Bertemakan Payung Agung ‘The Diversity of Culture’, Gandrung Sewu membuka jendela keragaman dan kekayaan budaya nusantara yang hidup berdampingan secara harmonis di Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu kembali memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024). Sebanyak 1.350 penari Gandrung Sewu menampilkan…
Dam Singir: Simbol Kekokohan Arsitektur Belanda di Banyuwangi
KABARIJEN.com – Dam Singir, yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi simbol kekokohan arsitektur Belanda yang masih lestari hingga kini. Bangunan monumental ini memancarkan keindahan dan kehandalan strukturalnya yang tak tertandingi. “Dam Singir bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga peninggalan berharga yang mencerminkan…
Rayakan Hari Wayang Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Wayang Kulit Selama Tiga Hari
KABARIJEN.com – Memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November, Banyuwangi Festival menggelar Festival Wayang Kulit 2023. Selama 3 hari (6 – 8 November), setiap malam ditampilkan pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertunjukan tersebut menampilkan parade 3 dalang…
PT BSI Dukung Petik Laut Nelayan Pancer Banyuwangi
KABARIJEN.com – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut mendukung perayaan upacara tradisi petik laut yang dilakukan masyarakat Kampung Nelayan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tradisi petik laut ke-48 itu, merupakan perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Hari pertama perayaan ini diawali dengan doa…
Dijuluki Raja Ampatnya Banyuwangi, Pulau Bedil Jadi Primadona Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Destinasi yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” ini mencatatkan kunjungan…
Pulau Bedil Jadi Magnet Wisata Baru Banyuwangi Saat Musim Liburan
KABARIJEN.com – Pesona Pulau Bedil, yang dijuluki ‘Raja Ampat-nya Banyuwangi’, kian menyedot perhatian wisatawan. Destinasi eksotis yang berlokasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini terus mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat momen hari libur dan libur Natal dan Tahun…
Akses Mulus ke Pulau Bedil, Disbudpar Apresiasi Peran CSR
Banyuwangi – Destinasi wisata baru Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, langsung diserbu ribuan wisatawan. Pulau ini, dengan pemandangan darat dan bawah laut yang eksotis, bahkan dijuluki sebagai Raja Ampatnya Banyuwangi. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Pulau Merah Banyuwangi Banjir Pengunjung saat Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pantai Pulau Merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, jadi primadona wisatawan selama libur lebaran Idul Fitri 2025. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, terhitung mulai tanggal 28 Maret-7 April, lonjakan pengunjung mencapai 300 persen dibanding…