KABARIJEN.com – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) meraih prestasi luar biasa dengan memenangkan Penghargaan Pusaka Lingkungan Terbina Utama dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur.
Dengan kontribusinya yang signifikan dalam pengelolaan lingkungan, PT BSI berhasil menunjukkan keberlanjutan komitmennya melalui penghargaan bergengsi ini, yang mencerminkan kesuksesan perusahaan dalam aspek keberlanjutan dan konservasi lingkungan.
Anak Perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk (PT MCG) tersebut berhasil memboyong penghargaan untuk kedua kalinya atas kontribusi dan komitmen pengelolaan lingkungan.
Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Kepala DLH Provinsi Jawa Timur Jempin Marbun, SH, MH, kepada Manajer Departemen Lingkungan PT BSI Doni Roberto di Harris Hotel & Convention Gubeng, Surabaya, Kamis, 15 Januari 2024 lalu.
“Program Pusaka Lingkungan ini dapat menjadi acuan keberlanjutan perusahaan dalam mengelola lingkungan dan sosial. Selain itu sebagai motivasi untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan kinerja perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan,” kata Manajer Departemen Lingkungan PT BSI Doni Roberto, Senin (19/2/2024).
Pusaka Lingkungan kepanjangan dari “Pembinaan Usaha atau Kegiatan Amanah Lingkungan”. Merupakan program inisiasi dari DLH Jawa Timur yang dilatarbelakangi oleh pelaksanaan program PROPER Nasional. Ada tiga aspek pengelolaan lingkungan dalam penilaian Pusaka Lingkungan. Yaitu ketaatan Pengendalian Pencemaran Air (PPA), ketaatan Pengendalian Pencemaran Udara (PPU) dan ketaatan Pengendalian Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PLB4).
Sedang penilaian Pusaka Lingkungan memiliki tiga kategori. Meliputi Pusaka Terbina Utama bagi yang telah melaksanakan tiga kriteria tersebut. Pusaka Terbina Madya bagi yang telah melaksanakan dua dari tiga kriteria tersebut. Dan Pusaka Terbina Pratama bagi yang telah melaksanakan satu dari tiga kriteria tersebut.
Karena telah melaksanakan tiga aspek pengelolaan tersebut, tambang emas di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, ini dianugerahi Pusaka Terbina Utama oleh DLH Jawa Timur.
Dengan raihan penghargaan ini, Doni semakin percaya diri terhadap pelaksanaan kebijakan lingkungan di Tujuh Bukit Operations.
“PT BSI berhasil menerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dan menyeluruh sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.
Untuk hal ini, Doni Roberto menyebutkan bahwa perusahaan mempunyai fasilitas pemantauan air yang langsung terhubung dengan server KLHK atau yang dikenal dengan nama Sparing (Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah secara Terus-menerus dan dalam Jaringan). Dengan sistem ini, kualitas air di Tujuh Bukit Operations bisa terpantau secara real time oleh KLHK. Pemantauan udara di Tujuh Bukit Operations juga dilakukan secara reguler dan dilaporkan per tiga bulan kepada KLHK.
Untuk limbah B3, PT BSI melakukan pemenuhan masa simpan limbah B3 sesuai dengan izin Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor SK.1073/MENLHK/SETJEN/PLA.4/10/2022 tentang Kelayakan Lingkungan Hidup Kegiatan Pengembangan Pertambangan Emas dan Mineral Pengikutnya.
Selanjutnya, perusahaan melaporkan limbah B3 kepada KLHK per tiga bulan melalui website resmi KLHK (SIMPEL) yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2021 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah B3.
Pengelolaan emisi pada unit pengolahan emas di tambang emas gunung Tumpang Pitu dilakukan dengan mengoptimalkan alat pengendali berupa wet scrubber untuk mengendalikan emisi dari proses electrowinning. Proses peleburan, serta proses regenerasi carbon sehingga memenuhi baku mutu sebelum dilepaskan ke lingkungan melalui cerobong, sebagaimana ditetapkan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pertambangan.
Lebih lanjut, Doni Roberto mengatakan bahwa penghargaan ini tidak luput dari peran dan dukungan stakeholder yang turut membantu dalam menciptakan lingkungan yang baik di Jawa Timur. Dengan tetap memegang komitmen secara konsisten dalam pengelolaan lingkungan serta patuh terhadap undang-undang.
“Semoga kita bisa mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini,” cetus Doni. (*)
Related posts

Gandrung Sewu: Saat Budaya Bertemu Inovasi dan Kreativitas
KABARIJEN.COM – Bertemakan Payung Agung ‘The Diversity of Culture’, Gandrung Sewu membuka jendela keragaman dan kekayaan budaya nusantara yang hidup berdampingan secara harmonis di Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu kembali memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024). Sebanyak 1.350 penari Gandrung Sewu menampilkan…
Dam Singir: Simbol Kekokohan Arsitektur Belanda di Banyuwangi
KABARIJEN.com – Dam Singir, yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi simbol kekokohan arsitektur Belanda yang masih lestari hingga kini. Bangunan monumental ini memancarkan keindahan dan kehandalan strukturalnya yang tak tertandingi. “Dam Singir bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga peninggalan berharga yang mencerminkan…
Rayakan Hari Wayang Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Wayang Kulit Selama Tiga Hari
KABARIJEN.com – Memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November, Banyuwangi Festival menggelar Festival Wayang Kulit 2023. Selama 3 hari (6 – 8 November), setiap malam ditampilkan pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertunjukan tersebut menampilkan parade 3 dalang…
PT BSI Dukung Petik Laut Nelayan Pancer Banyuwangi
KABARIJEN.com – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut mendukung perayaan upacara tradisi petik laut yang dilakukan masyarakat Kampung Nelayan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tradisi petik laut ke-48 itu, merupakan perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Hari pertama perayaan ini diawali dengan doa…
Dijuluki Raja Ampatnya Banyuwangi, Pulau Bedil Jadi Primadona Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Destinasi yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” ini mencatatkan kunjungan…
Pulau Bedil Jadi Magnet Wisata Baru Banyuwangi Saat Musim Liburan
KABARIJEN.com – Pesona Pulau Bedil, yang dijuluki ‘Raja Ampat-nya Banyuwangi’, kian menyedot perhatian wisatawan. Destinasi eksotis yang berlokasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini terus mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat momen hari libur dan libur Natal dan Tahun…
Akses Mulus ke Pulau Bedil, Disbudpar Apresiasi Peran CSR
Banyuwangi – Destinasi wisata baru Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, langsung diserbu ribuan wisatawan. Pulau ini, dengan pemandangan darat dan bawah laut yang eksotis, bahkan dijuluki sebagai Raja Ampatnya Banyuwangi. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Pulau Merah Banyuwangi Banjir Pengunjung saat Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pantai Pulau Merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, jadi primadona wisatawan selama libur lebaran Idul Fitri 2025. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, terhitung mulai tanggal 28 Maret-7 April, lonjakan pengunjung mencapai 300 persen dibanding…