Trending News

Berita Terbaru

Petik Laut Muncar, Tradisi Syukur Nelayan yang Terus Dilestarikan Sejak 1901
Daerah

Petik Laut Muncar, Tradisi Syukur Nelayan yang Terus Dilestarikan Sejak 1901 

KABARIJEN.com – Ribuan warga dan wisatawan memadati Pantai Muncar, Banyuwangi, Kamis (10/7/2025), untuk menyaksikan puncak Festival Petik Laut Muncar. Tradisi budaya maritim ini telah berlangsung sejak 1901 atau 124 tahun lalu dan rutin digelar setiap 15 Muharram dalam penanggalan Hijriyah.

Ritual yang telah ada sejak ratusan tahun ini menjadi simbol rasa syukur nelayan atas rezeki laut yang melimpah serta harapan agar selalu diberi keselamatan saat melaut. Sebagai bentuk sedekah laut, nelayan melarung sesaji ke tengah laut menggunakan perahu yang telah dihias.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menyebut Petik Laut Muncar sebagai wujud kearifan lokal yang terus dijaga dan dilestarikan.

“Petik laut ini adalah bentuk sedekah laut, ungkapan syukur nelayan kepada Allah SWT atas berkah hasil laut. Kita juga berdoa agar para nelayan selalu diberi keselamatan dan kemudahan rezeki,” ujarnya saat hadir di acara.

Suryono juga menambahkan bahwa tradisi ini tidak hanya bermakna spiritual, namun juga memberi dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Setiap tahun, ribuan pengunjung datang menyaksikan prosesi unik ini.

“Petik laut sudah menjadi atraksi wisata budaya yang sangat diminati. Dengan masuknya kegiatan ini dalam rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest), kami berharap daya tariknya semakin kuat dan bisa mengangkat potensi ekonomi masyarakat pesisir,” jelasnya.

Puncak acara Festival Petik Laut Muncar turut dihadiri berbagai unsur pemerintah dan masyarakat, mulai dari Kepala Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata, Diskop UMP, Lanal Banyuwangi, Danramil dan Kapolsek Muncar, anggota DPRD Banyuwangi Desy Prakasiwi, hingga tokoh agama dan masyarakat setempat.

Prosesi larung sesaji menjadi momen utama yang ditunggu-tunggu. Sebuah perahu yang dihias meriah membawa sesaji berupa kepala sapi, hasil bumi, hasil laut, dan berbagai perlengkapan upacara lainnya, lalu dilepaskan ke tengah laut sebagai simbol persembahan.

Warga Muncar meyakini bahwa ritual ini mampu mendatangkan berkah, keselamatan, dan menjaga keharmonisan, kerukunan antar warga dengan alam, terutama laut sebagai sumber utama kehidupan mereka. (*)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *