KABARIJEN.com – Suasana di BBU 10 Dam Sere, Kecamatan Bangorejo, tampak berbeda. Puluhan orang berkumpul, membawa cangkul, sekop, dan karung. Mereka datang dengan satu tujuan yakni membersihkan sungai.
Kegiatan ini dipimpin oleh Dinas PU Pengairan Banyuwangi bersama tiga Koordinator Sumber Daya Air (KorSDA) dari Bangorejo, Pesanggaran, dan Cluring. Peringatan Hari Sungai Nasional dijadikan momentum untuk aksi nyata.
Sejak pagi, air di sekitar bendung mulai keruh karena lumpur yang diangkat dari dasar sungai. Warga dan aparat bahu-membahu memindahkan sedimen yang sudah lama menumpuk.
Babinsa, HIPPA, dan GHIPPA ikut ambil bagian. Mereka bekerja di tengah teriknya matahari, berpindah-pindah lokasi untuk memastikan aliran air benar-benar bersih dari sumbatan.
Sekretaris Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahrobi, mengungkapkan pentingnya kegiatan ini. “Kalau aliran air lancar, banjir bisa dicegah dan irigasi pertanian terjamin. Sungai adalah sumber kehidupan,” ujarnya.
Menurutnya, pembersihan waled sungai tidak boleh hanya dilakukan sekali setahun. Kebiasaan ini perlu menjadi rutinitas bersama. “Kami ingin ini jadi budaya masyarakat, bukan sekadar acara peringatan,” tambahnya.
Kerja bakti juga menjadi ajang mempererat hubungan antarwarga. Beberapa peserta tampak saling bercanda sambil bekerja, menunjukkan bahwa gotong royong masih kuat di tengah masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini mengajarkan generasi muda untuk ikut peduli pada lingkungan. Sejumlah remaja desa terlihat membantu memindahkan sampah dan ranting ke tempat penampungan.
Riza berharap, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan di berbagai wilayah. “Sungai bersih berarti hidup sehat. Mari kita jaga bersama untuk masa depan anak cucu,” pungkasnya.
Dengan semangat gotong royong, BBU 10 Dam Sere hari itu kembali mengalirkan air lebih jernih, membawa harapan baru bagi masyarakat Bangorejo.
