BANYUWANGI – Fraksi Partai Demokrat DPRD Banyuwangi menilai postur RAPBD 2026 masih perlu banyak pembenahan, baik dari sisi pendapatan, belanja, maupun pembiayaan daerah. Pandangan umum tersebut disampaikan juru bicara fraksi, Riccy Antar Budaya, dalam rapat paripurna DPRD, Rabu (20/8/2025).
Menurut Riccy, dari aspek pendapatan daerah, proyeksi kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih jauh dari harapan. Pada 2025, PAD sebesar Rp740,3 miliar hanya diproyeksikan naik menjadi Rp750,8 miliar di 2026, atau sekitar 1,4 persen. Padahal, target kenaikan yang tercantum dalam RPJMD 2025–2029 sebesar 4 persen.
Selain itu, pendapatan transfer dari pemerintah pusat juga diperkirakan turun signifikan, dari Rp2,6 triliun pada 2025 menjadi Rp1,7 triliun di 2026. “Artinya, secara keseluruhan pendapatan daerah hanya Rp2,5 triliun, turun Rp882,1 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini tentu memprihatinkan karena akan berdampak pada aktivitas pembangunan,” ujar Riccy.
Ia menambahkan, Fraksi Demokrat mendorong eksekutif memperkuat ketahanan fiskal melalui revitalisasi dan optimalisasi aset-aset daerah yang masih menganggur. Hal itu dinilai penting untuk menutup penurunan kapasitas fiskal akibat berkurangnya transfer pusat.
Dari sisi belanja, Fraksi Demokrat menyoroti porsi belanja pegawai yang mencapai 46,3 persen dari total belanja daerah. Angka ini dianggap belum sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD), yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen.
Tak hanya itu, alokasi belanja infrastruktur pelayanan publik di RAPBD 2026 juga dinilai sangat rendah, yakni hanya 7,7 persen. Padahal, pasal 147 UU HKPD mewajibkan daerah mengalokasikan minimal 40 persen untuk infrastruktur pelayanan publik. “Kondisi ini jelas tidak sejalan dengan regulasi dan kebutuhan pembangunan dasar masyarakat,” tegas Riccy.
Dari aspek pembiayaan, Fraksi Demokrat menyayangkan masih adanya anggaran untuk cicilan utang sebesar Rp44,7 miliar, meski eksekutif menyatakan akan menghindari pembiayaan melalui utang. Sementara itu, kebijakan pembentukan dana cadangan untuk memperkuat fiskal daerah justru nihil tanpa alokasi anggaran.
“Kondisi paradoks ini membuat kami prihatin terhadap masa depan fiskal Banyuwangi di 2026 yang semakin melemah,” imbuhnya.
Riccy juga menyinggung aspek regulasi. Hingga kini, Permendagri yang mengatur pedoman penyusunan APBD 2026 belum terbit. “Kami mempertanyakan, regulasi apa yang digunakan eksekutif sebagai dasar penyusunan RAPBD tahun ini?” pungkasnya.
Related posts

Gandrung Sewu: Saat Budaya Bertemu Inovasi dan Kreativitas
KABARIJEN.COM – Bertemakan Payung Agung ‘The Diversity of Culture’, Gandrung Sewu membuka jendela keragaman dan kekayaan budaya nusantara yang hidup berdampingan secara harmonis di Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu kembali memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024). Sebanyak 1.350 penari Gandrung Sewu menampilkan…
Dam Singir: Simbol Kekokohan Arsitektur Belanda di Banyuwangi
KABARIJEN.com – Dam Singir, yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi simbol kekokohan arsitektur Belanda yang masih lestari hingga kini. Bangunan monumental ini memancarkan keindahan dan kehandalan strukturalnya yang tak tertandingi. “Dam Singir bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga peninggalan berharga yang mencerminkan…
Rayakan Hari Wayang Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Wayang Kulit Selama Tiga Hari
KABARIJEN.com – Memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November, Banyuwangi Festival menggelar Festival Wayang Kulit 2023. Selama 3 hari (6 – 8 November), setiap malam ditampilkan pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertunjukan tersebut menampilkan parade 3 dalang…
PT BSI Dukung Petik Laut Nelayan Pancer Banyuwangi
KABARIJEN.com – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut mendukung perayaan upacara tradisi petik laut yang dilakukan masyarakat Kampung Nelayan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tradisi petik laut ke-48 itu, merupakan perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Hari pertama perayaan ini diawali dengan doa…
Dijuluki Raja Ampatnya Banyuwangi, Pulau Bedil Jadi Primadona Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Destinasi yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” ini mencatatkan kunjungan…
Pulau Bedil Jadi Magnet Wisata Baru Banyuwangi Saat Musim Liburan
KABARIJEN.com – Pesona Pulau Bedil, yang dijuluki ‘Raja Ampat-nya Banyuwangi’, kian menyedot perhatian wisatawan. Destinasi eksotis yang berlokasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini terus mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat momen hari libur dan libur Natal dan Tahun…
Akses Mulus ke Pulau Bedil, Disbudpar Apresiasi Peran CSR
Banyuwangi – Destinasi wisata baru Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, langsung diserbu ribuan wisatawan. Pulau ini, dengan pemandangan darat dan bawah laut yang eksotis, bahkan dijuluki sebagai Raja Ampatnya Banyuwangi. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Pulau Merah Banyuwangi Banjir Pengunjung saat Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pantai Pulau Merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, jadi primadona wisatawan selama libur lebaran Idul Fitri 2025. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, terhitung mulai tanggal 28 Maret-7 April, lonjakan pengunjung mencapai 300 persen dibanding…