KABARIJEN.com – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banyuwangi menyampaikan sejumlah catatan penting terkait kesepakatan bersama atas Peraturan Daerah tentang APBD Banyuwangi Tahun 2026. Pimpinan Banggar, Michael Edy Hariyanto, menegaskan perlunya kehati-hatian dalam pengelolaan fiskal daerah agar pembangunan tetap berjalan optimal.
Michael menyoroti kondisi belanja daerah yang dinilai masih belum ideal. Menurutnya, porsi belanja operasional masih jauh lebih besar dibanding belanja modal, sementara pemenuhan mandatory spending untuk pendidikan, kesehatan, pegawai, dan infrastruktur belum sepenuhnya sesuai ketentuan.
“Artinya, konstruksi fiskal kita memang belum proporsional dan sehat. Momentum ini harus menjadi ruang evaluasi diri agar perencanaan dan pelaksanaan APBD lebih cermat, efektif, dan akuntabel,” kata Michael.
Ia menambahkan bahwa berbagai prestasi yang diraih Banyuwangi tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri. Penghargaan, kata dia, seharusnya menjadi pemacu untuk memperbaiki tata kelola keuangan daerah.
“Esensi penghargaan itu adalah cambuk agar kita terus bergerak maju, terutama dalam pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya.
Banggar menilai bahwa desain APBD yang baik adalah APBD yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, berpihak pada kepentingan masyarakat luas, dan memiliki dasar regulasi yang kuat. Michael menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan harus dapat diukur melalui capaian indeks pembangunan daerah.
Catatan berikutnya berkaitan dengan rencana pemanfaatan Dana Abadi Daerah yang bersumber dari penjualan sebagian saham Pemerintah Banyuwangi di PT Merdeka Copper Gold Tbk. Michael menyebut isu tersebut telah berkembang luas di ruang publik sehingga dibutuhkan kajian menyeluruh.
“Pemanfaatan dana abadi harus dikaji secara komprehensif dari sisi regulasi dan kemanfaatannya. Ini harus dilakukan hati-hati, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi kemajuan Banyuwangi,” tegasnya.
Catatan ketiga menyoroti Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang dianggap sebagai hak konstitusional sekaligus bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Michael menegaskan bahwa pelaksanaan Pokir DPRD juga menjadi indikator efektivitas Tri Fungsi DPRD.
“Oleh sebab itu, DPRD mendorong agar Pokir dilaksanakan dengan mekanisme dan prosedur yang benar, transparan, proporsional, dan akuntabel,” katanya.
Banggar DPRD berharap catatan tersebut menjadi landasan perbaikan bersama agar APBD 2026 dapat dilaksanakan secara lebih terukur dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Banyuwangi.
Related posts

Gandrung Sewu: Saat Budaya Bertemu Inovasi dan Kreativitas
KABARIJEN.COM – Bertemakan Payung Agung ‘The Diversity of Culture’, Gandrung Sewu membuka jendela keragaman dan kekayaan budaya nusantara yang hidup berdampingan secara harmonis di Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu kembali memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024). Sebanyak 1.350 penari Gandrung Sewu menampilkan…
Dam Singir: Simbol Kekokohan Arsitektur Belanda di Banyuwangi
KABARIJEN.com – Dam Singir, yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi simbol kekokohan arsitektur Belanda yang masih lestari hingga kini. Bangunan monumental ini memancarkan keindahan dan kehandalan strukturalnya yang tak tertandingi. “Dam Singir bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga peninggalan berharga yang mencerminkan…
Rayakan Hari Wayang Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Wayang Kulit Selama Tiga Hari
KABARIJEN.com – Memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November, Banyuwangi Festival menggelar Festival Wayang Kulit 2023. Selama 3 hari (6 – 8 November), setiap malam ditampilkan pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertunjukan tersebut menampilkan parade 3 dalang…
PT BSI Dukung Petik Laut Nelayan Pancer Banyuwangi
KABARIJEN.com – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut mendukung perayaan upacara tradisi petik laut yang dilakukan masyarakat Kampung Nelayan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tradisi petik laut ke-48 itu, merupakan perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Hari pertama perayaan ini diawali dengan doa…
Dijuluki Raja Ampatnya Banyuwangi, Pulau Bedil Jadi Primadona Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Destinasi yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” ini mencatatkan kunjungan…
Pulau Bedil Jadi Magnet Wisata Baru Banyuwangi Saat Musim Liburan
KABARIJEN.com – Pesona Pulau Bedil, yang dijuluki ‘Raja Ampat-nya Banyuwangi’, kian menyedot perhatian wisatawan. Destinasi eksotis yang berlokasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini terus mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat momen hari libur dan libur Natal dan Tahun…
Akses Mulus ke Pulau Bedil, Disbudpar Apresiasi Peran CSR
Banyuwangi – Destinasi wisata baru Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, langsung diserbu ribuan wisatawan. Pulau ini, dengan pemandangan darat dan bawah laut yang eksotis, bahkan dijuluki sebagai Raja Ampatnya Banyuwangi. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Pulau Merah Banyuwangi Banjir Pengunjung saat Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pantai Pulau Merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, jadi primadona wisatawan selama libur lebaran Idul Fitri 2025. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, terhitung mulai tanggal 28 Maret-7 April, lonjakan pengunjung mencapai 300 persen dibanding…