KABARIJEN.com – Semangat menjaga kelestarian sumber daya air terus digelorakan lewat program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu). Di Kecamatan Genteng, 16 sekolah lintas jenjang dilibatkan dalam aksi peduli lingkungan ini.
Program yang diprakarsai Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Genteng tersebut digelar di kawasan Barkanli Glowong, Desa Wringinagung, pada 4 Agustus 2025. Lokasi ini kini menjadi ruang edukasi dan konservasi bagi warga.
Dukungan mengalir dari berbagai pihak, mulai dari POKDAKAN Banyu Agung Raya, PDNA, Camat Gambiran, Dinas Perikanan, hingga aparat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Semua bergerak untuk satu tujuan: merawat sungai dan saluran air.
Barkanli Glowong yang dulu hanyalah lahan biasa kini memiliki daya tarik baru. Ada parit khusus terapi ikan yang menjadi sarana belajar dan hiburan bagi warga, sembari mengajarkan pentingnya ekosistem air.
Melalui Sekardadu, para pelajar diajak menjadi “kader pelestari air”. Mereka belajar langsung di lapangan, mulai dari membersihkan sungai, menanam vegetasi penahan erosi, hingga memperbaiki saluran.
Sekretaris Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al-Fahroby, menuturkan bahwa Sekardadu sudah berjalan sejak 2022. Program ini menjadi langkah strategis untuk menjaga ketersediaan air di masa depan.
“Ini bukan sekadar kegiatan sekolah. Kami ingin membentuk generasi yang paham pentingnya air, serta siap menjaga kelestariannya lewat aksi nyata,” jelas Riza.
Ia menambahkan, keberhasilan Sekardadu terletak pada edukasi yang dikemas secara partisipatif. Siswa tidak hanya menerima materi, tapi juga langsung mempraktikkannya di lapangan.
Riza berharap para siswa yang terlibat bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing. “Pesan pelestarian air harus mengalir sampai ke rumah dan masyarakat,” ujarnya.
