KABARIJEN.com – DPRD Banyuwangi memaparkan perkembangan penyusunan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) tahun 2025. Dari total 11 target raperda, lima di antaranya telah disahkan sepanjang tahun berjalan.
Ketua Badan pembentukan peraturan daerah (Bapemperda) DPRD Banyuwangi, Ahmad Masrohan, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi dasar untuk mempercepat penyelesaian regulasi yang masih dalam proses.
“Lima raperda sudah tuntas, sementara enam lainnya masih dalam berbagai tahapan pembahasan. Semua kami kawal agar sesuai target dan kebutuhan daerah,” ujarnya.
Adapun lima raperda yang telah disahkan meliputi:
- Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2024;
- Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025;
- Raperda Perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah;
- Raperda RPJMD Kabupaten Banyuwangi 2025–2029;
- Raperda APBD Tahun Anggaran 2026.
Sementara itu, empat raperda tengah dibahas bersama eksekutif, yaitu:
- Raperda Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Banyuwangi 2025–2045;
- Raperda Inovasi Daerah;
- Raperda Pelindungan Pekerja Migran Indonesia;
- Raperda Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, dan Pelindungan Masyarakat.
Masih terdapat dua raperda yang belum dibahas, yakni:
- Raperda Pelindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan;
- Raperda Pembentukan Produk Hukum Daerah.
Masrohan menegaskan bahwa dua raperda tersebut beserta sisa regulasi lain akan masuk dalam prioritas Propemperda 2026.
“Setiap usulan raperda wajib memenuhi kriteria seleksi yang ketat. Tidak semua bisa langsung masuk jika tidak sesuai aturan, kebutuhan, dan prioritas pembangunan daerah,” terangnya.
Menurut Masrohan, proses penyusunan Propemperda mengacu pada sejumlah ketentuan utama seperti perintah undang-undang, keterkaitan dengan regulasi lain, kelanjutan program sebelumnya, serta urgensi bagi pembangunan daerah.
Selain itu, aspek perlindungan HAM, kesetaraan gender, lingkungan hidup, hingga dukungan terhadap investasi juga menjadi pertimbangan penting.
“Regulasi yang kami susun harus mendukung kesejahteraan masyarakat, tidak tumpang tindih, dan benar-benar menjadi kebutuhan daerah. Prinsipnya, tidak boleh menimbulkan polemik di tengah masyarakat,” tegas Masrohan.
Related posts

Gandrung Sewu: Saat Budaya Bertemu Inovasi dan Kreativitas
KABARIJEN.COM – Bertemakan Payung Agung ‘The Diversity of Culture’, Gandrung Sewu membuka jendela keragaman dan kekayaan budaya nusantara yang hidup berdampingan secara harmonis di Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu kembali memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024). Sebanyak 1.350 penari Gandrung Sewu menampilkan…
Dam Singir: Simbol Kekokohan Arsitektur Belanda di Banyuwangi
KABARIJEN.com – Dam Singir, yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi simbol kekokohan arsitektur Belanda yang masih lestari hingga kini. Bangunan monumental ini memancarkan keindahan dan kehandalan strukturalnya yang tak tertandingi. “Dam Singir bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga peninggalan berharga yang mencerminkan…
Rayakan Hari Wayang Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Wayang Kulit Selama Tiga Hari
KABARIJEN.com – Memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November, Banyuwangi Festival menggelar Festival Wayang Kulit 2023. Selama 3 hari (6 – 8 November), setiap malam ditampilkan pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertunjukan tersebut menampilkan parade 3 dalang…
PT BSI Dukung Petik Laut Nelayan Pancer Banyuwangi
KABARIJEN.com – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut mendukung perayaan upacara tradisi petik laut yang dilakukan masyarakat Kampung Nelayan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tradisi petik laut ke-48 itu, merupakan perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Hari pertama perayaan ini diawali dengan doa…
Dijuluki Raja Ampatnya Banyuwangi, Pulau Bedil Jadi Primadona Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Destinasi yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” ini mencatatkan kunjungan…
Pulau Bedil Jadi Magnet Wisata Baru Banyuwangi Saat Musim Liburan
KABARIJEN.com – Pesona Pulau Bedil, yang dijuluki ‘Raja Ampat-nya Banyuwangi’, kian menyedot perhatian wisatawan. Destinasi eksotis yang berlokasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini terus mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat momen hari libur dan libur Natal dan Tahun…
Akses Mulus ke Pulau Bedil, Disbudpar Apresiasi Peran CSR
Banyuwangi – Destinasi wisata baru Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, langsung diserbu ribuan wisatawan. Pulau ini, dengan pemandangan darat dan bawah laut yang eksotis, bahkan dijuluki sebagai Raja Ampatnya Banyuwangi. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Pulau Merah Banyuwangi Banjir Pengunjung saat Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pantai Pulau Merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, jadi primadona wisatawan selama libur lebaran Idul Fitri 2025. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, terhitung mulai tanggal 28 Maret-7 April, lonjakan pengunjung mencapai 300 persen dibanding…