KABARIJEN.com – Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliyono, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) atau Jalur Pantai Selatan (Pansela) yang menghubungkan Banyuwangi dan Jember. Menurutnya, keberadaan JLS akan menjadi jalur strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir selatan.
“JLS ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Jalur ini akan membuka akses wilayah selatan Banyuwangi yang selama ini terisolasi, sekaligus mempercepat arus barang, jasa, dan wisata. Karena itu, kami mendorong agar proses percepatan benar-benar dilakukan,” tegas Ruliyono.
Politisi Partai Golkar tersebut menilai, penyelesaian sisa jalur JLS sepanjang 12 kilometer harus menjadi prioritas. Ia berharap pemerintah pusat bersama kementerian terkait segera menuntaskan proses pendanaan dan administrasi, agar pembangunan tidak kembali mengalami keterlambatan.
“Semakin cepat selesai, semakin cepat pula masyarakat menikmati dampaknya. JLS akan membawa multiplier effect besar bagi ekonomi Banyuwangi,” tambah Ketua DPD Partai Golkar Banyuwangi ini.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali, Javid Hurriyanto, memastikan pihaknya tengah melakukan persiapan teknis sebelum masuk tahapan tender proyek.
“Lagi persiapan, mudah-mudahan tahun ini sudah bisa kami tenderkan, sehingga pelaksanaan kegiatan fisik bisa dimulai pada tahun depan,” jelas Javid.
Ia menjelaskan, pembangunan JLS akan menggunakan pembiayaan dari pinjaman luar negeri melalui Islamic Development Bank (IsDB) dan Asian Development Bank (ADB). Saat ini, proses negosiasi pendanaan masih berlangsung di Bappenas.
“Kalau tercapai kesepakatan, tahun ini tender, tahun depan mulai pekerjaan fisik. Kalau semuanya lancar, target penyelesaian sekitar 2028,” pungkasnya.
