KABARIJEN.com – Sektor peternakan Banyuwangi terus menunjukkan tren positif dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Per Juli hingga Agustus 2025, jumlah sapi potong di kabupaten ini mencapai lebih dari 82 ribu ekor.
Data Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi mencatat sebanyak 2.865 ekor sapi sudah memasuki kategori siap potong. Jumlah ini jauh melebihi kebutuhan konsumsi lokal yang hanya sekitar 1.350 ekor.
“Dengan ketersediaan yang ada, tidak hanya mencukupi kebutuhan Banyuwangi, tapi juga masih menyisakan untuk dipasarkan ke luar daerah,” ujar Abdur Razak, Kabid Budidaya dan Usaha Peternakan.
Razak menambahkan, sapi-sapi surplus tersebut kerap diburu pedagang dari luar kabupaten. Penjualan dilakukan melalui pasar hewan yang tersebar di berbagai wilayah.
Menurutnya, distribusi dan populasi sapi yang stabil merupakan hasil kerja sama antarbidang di Dispertan. Salah satunya adalah peran aktif tim kesehatan hewan dalam menjaga kondisi ternak.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Nanang Sugiharto, mengatakan pihaknya rutin melakukan pemeriksaan dan tindakan pencegahan penyakit di lapangan, terutama di titik-titik jual beli ternak.
“Kami intens menyemprot disinfektan di pasar hewan dan memantau kesehatan sapi agar bebas penyakit, terutama PMK,” jelasnya.
Upaya pengawasan ini dilakukan sebagai bagian dari strategi menjaga kualitas ternak dan kepercayaan konsumen, baik di dalam maupun luar Banyuwangi.
