KABARIJEN.com – Pemeriksaan terhadap jajanan pentol yang dijual di pasar tradisional Banyuwangi memberikan hasil positif bagi keamanan pangan. Seluruh sampel yang diuji Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi dinyatakan bebas dari kandungan boraks.
Pengujian dilakukan dengan metode rapid test boraks di lapangan. Tim Dispertan mengambil sampel secara acak dari sejumlah penjual di pasar tradisional, kemudian langsung memeriksanya menggunakan alat deteksi cepat.
“Setiap sampel yang kami uji menunjukkan hasil negatif. Artinya, pentol yang beredar di lokasi pemeriksaan aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya itu,” ujar Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi, drh. Nanang Sugiharto.
Boraks, yang seharusnya digunakan untuk keperluan industri non-pangan, sering disalahgunakan sebagai pengawet atau pemberi tekstur kenyal pada makanan. Padahal, jika dikonsumsi dalam jangka panjang, zat ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius, mulai dari kerusakan hati hingga masalah sistem saraf.
Nanang menjelaskan, pemeriksaan terhadap produk olahan daging seperti pentol menjadi bagian dari pengawasan rutin Dispertan terhadap pangan asal hewan. Selain boraks, tim juga memeriksa indikator lain yang dapat memengaruhi kelayakan konsumsi.
Ia berharap pelaku usaha terus menjaga kualitas produknya dengan mematuhi peraturan keamanan pangan, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih jajanan. “Pilihlah penjual yang menjaga kebersihan dan hindari produk yang memiliki warna atau bau tidak wajar,” pesannya.
