KABARIJEN.com – Susu segar asal Banyuwangi semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu pemasok utama bagi pasar Bali. Kualitas yang terjaga membuat produk dari peternak lokal ini diminati konsumen di Pulau Dewata.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, drh. Nanang Sugiharto, mengatakan pengiriman susu segar dilakukan oleh peternak skala kecil hingga besar. “Setiap pekan, peternak di Genteng rutin mengirim sekitar 1.500 liter susu ke Bali,” ujarnya.
Selain produksi dari peternak rakyat, pasokan besar juga datang dari peternakan modern PT Bumi Rojo Koyo yang berlokasi di Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Dari peternakan ini, rata-rata 6.000 liter susu segar dikirim ke Bali setiap hari.
Nanang menjelaskan, tingginya permintaan ini tidak lepas dari kepercayaan pasar terhadap kualitas susu Banyuwangi. Proses pemerahan dilakukan dengan memperhatikan higienitas, kesehatan ternak, serta penanganan pascapanen yang sesuai standar.
“Pasar Bali menyerap banyak susu dari sini karena segar, bersih, dan memenuhi kriteria keamanan pangan,” tambahnya.
Ia menegaskan, Dispertan Banyuwangi terus memberikan pendampingan teknis bagi peternak sapi perah, mulai dari pengelolaan pakan, pemeriksaan kesehatan rutin, hingga penerapan kebersihan kandang.
Dengan pembinaan berkelanjutan, Nanang optimistis daya saing susu Banyuwangi tidak hanya kuat di pasar Bali, tetapi juga berpotensi menjangkau pasar nasional yang lebih luas.
“Jika kualitas terjaga dan suplai konsisten, peluang ekspansi ke wilayah lain sangat terbuka,” ujarnya.
