KABARIJEN.com – Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Banyuwangi meluncurkan program Kerja Sama Operasi (KSO) untuk meningkatkan kapasitas Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dalam mengelola sumber daya air.
Kabid Bina Manfaat dan Kemitraan, Doni Arsilo Sofyan, menyampaikan bahwa KSO bukan sekadar program konstruksi fisik, melainkan wadah pemberdayaan HIPPA agar mampu merencanakan dan melaksanakan pembangunan secara mandiri.
“Tahap pertama kegiatan adalah strukturisasi kelembagaan. Seluruh HIPPA akan diperbarui legalitas dan badan hukumnya, sehingga memiliki landasan hukum yang kuat,” ujarnya.
Setelah itu, anggota HIPPA mengikuti pelatihan desain unit pengelolaan dan konstruksi, guna meningkatkan keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam pengelolaan irigasi.
Langkah selanjutnya adalah PSETK (Profil Sosio Ekonomi Teknik dan Kelembagaan), yaitu proses identifikasi kondisi sosial-ekonomi, teknis, dan kelembagaan di masing-masing wilayah kerja HIPPA. Hasilnya menjadi acuan menentukan titik perbaikan infrastruktur.
Proyek konstruksi yang dilakukan tahun ini akan melibatkan HIPPA secara langsung di lapangan, meskipun kontrak pengerjaan tetap dipegang oleh pihak ketiga.
“Kami ingin HIPPA tidak hanya menerima hasil, tetapi ikut terlibat sejak perencanaan,” kata Doni.
