KabarIjen
Daerah

DPRD Banyuwangi Kawal Santunan untuk Korban Hilang KMP Tunu Pratama Jaya

BANYUWANGI – Keluarga korban tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya mendatangi DPRD Banyuwangi untuk meminta kejelasan santunan yang hingga kini belum mereka terima.

Mereka setidaknya mewakili 16 korban KMP Tunu Pratama Jaya yang masih belum ditemukan dan dinyatakan hilang. Rinciannya 15 korban penumpang travel dan satu sopir truk.

Seluruhnya disebut penumpang yang tidak tercatat dalam manifes kapal.

Para keluarga yang datang bersama pendamping ini diterima Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto.

Serap aspirasi turut dihadiri pihak dari ASDP Ketapang, KSOP Tanjungwangi, Manajemen KMP Tunu Pratama Jaya, Jasa Raharja, dan perwakilan Pemkab Banyuwangi.

“Jadi keluarga korban ini meminta hak nya korban yang tidak tercatat di manifes. Terkait santunan,” kata Michael.

Dijelaskannya, penyerahan santunan oleh Jasa Raharja baru dapat dilakukan setelah terbit berita acara yang ditandatangani ASDP, KSOP, serta pihak kapal, yang menyatakan korban tak tercatat di manifes merupakan penumpang sah.

Sebelumnya, proses administrasi terhambat karena tidak adanya kejelasan mengenai status korban di luar manifes, sehingga menunda realisasi santunan bagi keluarga terdampak.

Namun, sambung Michael, dalam pertemuan itu disepakati bahwa korban yang tidak tercatat dalam manifes tetap berhak mendapatkan santunan.

“Hari ini kita sudah sepakat, Jasa Raharja sudah siap mengeluarkan, terus ASDP juga sudah siap menandatangani bahwa korban ini yang tidak masuk manifes bisa mendapat santunan,” jelasnya.

Sebagai bagian dari prosedur, keluarga juga diminta melengkapi surat keterangan dari lurah atau RT yang menyatakan status mereka sebagai korban KMP Tunu Pratama Jaya.

“Jadi, akan terus kami kawal agar korban melalui ahli waris betul-betul mendapatkan haknya,” tegas Michael.

Mariadi (56), warga Desa Bayu, Kecamatan Songgon, ikut mendatangi DPRD Banyuwangi. Ia mengaku lima anggota keluarganya masih hilang dalam tragedi KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam pada 2 Juli lalu.

“Satu keluarganya telah ditemukan dan telah menerima santunan Jasa Raharja. Namun, lima anggota keluarga lain masih belum. Kami juga masih menunggu kepastian,” katanya.

Lima korban hilang itu adalah Istriana (menantu keponakannya), Nathan dan Bintang (anak Istriana), Jumikem (ibu Mariadi), Mardiana Tri Susanti (adiknya), dan Jimmy Eka Pratama (keponakannya). (*)

Related posts

Bapemperda DPRD Banyuwangi Serahkan Hasil Perbaikan Raperda ke Kanwil Kemenkum HAM Jatim

Tim Kabar Ijen
2 tahun ago

DPRD Dorong Pembentukan Dana Abadi Banyuwangi, Pastikan Pengelolaan Saham PT BSI Aman dan Berkelanjutan

editor1
6 bulan ago

Satlantas Polresta Banyuwangi Tindak 576 Pengendara di Operasi Patuh Semeru 2023

Tim Kabar Ijen
3 tahun ago
Exit mobile version