KABARIJEN.com – Kabupaten Banyuwangi kembali mencatatkan surplus produksi beras yang cukup tinggi pada semester pertama 2026. Selama Januari hingga Juni, surplus beras daerah ini mencapai sekitar 174 ribu ton.
Data produksi menunjukkan, Banyuwangi menghasilkan 255.257 ton beras sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat tercatat sebesar 81.252 ton.
Selisih antara produksi dan kebutuhan konsumsi tersebut menghasilkan surplus beras sekitar 174 ribu ton, sekaligus memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Capaian itu melanjutkan tren positif pada tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, Banyuwangi memproduksi 546.923,81 ton beras dengan konsumsi lokal mencapai 163.665,78 ton.
Dengan demikian, pada 2025 Banyuwangi mencatatkan surplus beras sebesar 383.258,03 ton. Kondisi ini menunjukkan produktivitas pertanian di daerah tersebut masih terjaga dengan baik.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Banyuwangi, Suwito, mengaku bangga atas kontribusi Banyuwangi dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi padi dan jagung.
“Saya sebagai wakil rakyat juga berbangga hati bahwa Banyuwangi ikut andil dalam ketahanan pangan nasional. Hari ini kita meningkat selain dari hasil padi, jagung kita juga surplus,” kata Suwito.
Sepanjang tahun 2025, produksi jagung Banyuwangi mencapai 250.596 ton, naik 41.518 ton atau sekitar 19 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 209.078 ton. Sementara kebutuhan jagung di Banyuwangi tercatat sebesar 69.842 ton, sehingga surplus produksi mencapai 18.754 ton.
Hingga memasuki pertengahan 2026, produksi jagung Banyuwangi telah mencapai 72.596 ton dan terus bertambah seiring masih berlangsungnya musim panen.
Menurut Suwito, Banyuwangi berpeluang meningkatkan kontribusi pangan nasional tidak hanya dari sektor padi dan jagung, tetapi juga komoditas lainnya seperti buah-buahan dan perikanan.
Suwito menilai peningkatan produksi pertanian juga memberikan dampak positif bagi petani, terutama setelah adanya kebijakan pemerintah pusat terkait penetapan harga komoditas pangan.
“Harapan saya memang dari hasil peningkatan pertanian ini, petani sangat diuntungkan dengan pemerintah pusat yang sudah memberikan patokan-patokan seperti harga gabah dan jagung,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah terus memberikan dukungan kepada petani agar produktivitas pertanian tetap meningkat dan kesejahteraan masyarakat semakin membaik.
“Saya yakin Bapak Presiden Prabowo Subianto bisa membawa bangsa dan negara ini ke depan bisa lebih baik, bisa lebih maju dan bisa juga menjadi seorang pemimpin yang bisa mensejahterakan rakyatnya,” kata Suwito. (*)
Related posts

Gandrung Sewu: Saat Budaya Bertemu Inovasi dan Kreativitas
KABARIJEN.COM – Bertemakan Payung Agung ‘The Diversity of Culture’, Gandrung Sewu membuka jendela keragaman dan kekayaan budaya nusantara yang hidup berdampingan secara harmonis di Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu kembali memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024). Sebanyak 1.350 penari Gandrung Sewu menampilkan…
Dam Singir: Simbol Kekokohan Arsitektur Belanda di Banyuwangi
KABARIJEN.com – Dam Singir, yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi simbol kekokohan arsitektur Belanda yang masih lestari hingga kini. Bangunan monumental ini memancarkan keindahan dan kehandalan strukturalnya yang tak tertandingi. “Dam Singir bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga peninggalan berharga yang mencerminkan…
Rayakan Hari Wayang Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Wayang Kulit Selama Tiga Hari
KABARIJEN.com – Memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November, Banyuwangi Festival menggelar Festival Wayang Kulit 2023. Selama 3 hari (6 – 8 November), setiap malam ditampilkan pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertunjukan tersebut menampilkan parade 3 dalang…
PT BSI Dukung Petik Laut Nelayan Pancer Banyuwangi
KABARIJEN.com – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut mendukung perayaan upacara tradisi petik laut yang dilakukan masyarakat Kampung Nelayan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tradisi petik laut ke-48 itu, merupakan perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Hari pertama perayaan ini diawali dengan doa…
Dijuluki Raja Ampatnya Banyuwangi, Pulau Bedil Jadi Primadona Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Destinasi yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” ini mencatatkan kunjungan…
Pulau Bedil Jadi Magnet Wisata Baru Banyuwangi Saat Musim Liburan
KABARIJEN.com – Pesona Pulau Bedil, yang dijuluki ‘Raja Ampat-nya Banyuwangi’, kian menyedot perhatian wisatawan. Destinasi eksotis yang berlokasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini terus mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat momen hari libur dan libur Natal dan Tahun…
Akses Mulus ke Pulau Bedil, Disbudpar Apresiasi Peran CSR
Banyuwangi – Destinasi wisata baru Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, langsung diserbu ribuan wisatawan. Pulau ini, dengan pemandangan darat dan bawah laut yang eksotis, bahkan dijuluki sebagai Raja Ampatnya Banyuwangi. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Pulau Merah Banyuwangi Banjir Pengunjung saat Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pantai Pulau Merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, jadi primadona wisatawan selama libur lebaran Idul Fitri 2025. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, terhitung mulai tanggal 28 Maret-7 April, lonjakan pengunjung mencapai 300 persen dibanding…