KABARIJEN.com – Program padat karya di wilayah Korsda Srono memberikan dampak ekonomi bagi puluhan petani yang tergolong kurang mampu.
Dinas PU Pengairan Banyuwangi melibatkan mereka dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat di sekitar jaringan pengairan.
Keterlibatan petani membuat program pemeliharaan infrastruktur irigasi tidak hanya berdampak terhadap kondisi saluran, tetapi juga memberikan manfaat secara langsung kepada warga.
Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Dedi Kurniawan, menyebut petani menjadi salah satu kelompok yang penting untuk mendapatkan manfaat program.
“Petani di sekitar wilayah pengairan memiliki kesempatan untuk ikut bekerja, sehingga program ini juga membantu menambah pemasukan mereka,” ungkap Dedi.
Puluhan petani kurang mampu mengikuti kegiatan padat karya yang dilaksanakan di wilayah Korsda Srono.
Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan tersebut menjadi manfaat nyata bagi petani yang selama ini mengandalkan sektor pertanian sebagai sumber kehidupan.
Menurut Dedi, pemberdayaan melalui padat karya diharapkan dapat membantu masyarakat tanpa mengesampingkan tujuan utama pemeliharaan infrastruktur pengairan.
“Pemeliharaan irigasi tetap menjadi tujuan kegiatan, namun manfaat ekonominya kami arahkan supaya dapat dirasakan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Petani yang terlibat juga memiliki kedekatan dengan jaringan irigasi karena saluran tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan air untuk lahan pertanian mereka.
Kondisi tersebut membuat kegiatan padat karya sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap keberadaan infrastruktur pengairan.
Dedi menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan fungsi jaringan irigasi di wilayah pertanian.
Program padat karya di Korsda Srono pun diharapkan mampu memberikan manfaat berlapis bagi masyarakat, terutama petani yang membutuhkan tambahan penghasilan.
“Manfaatnya kami harapkan tidak berhenti pada pekerjaan hari ini, tetapi juga mendukung petani melalui irigasi yang terus terjaga,” tandas Dedi.
