KABARIJEN.com – Salah satu orang tua, Indah Ayuningtyas, warga Kalibaru mengaku kecewa dengan sistem online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA di Banyuwangi.
Sebab, sang anak bernama Violita Uda Aisiyah yang awalnya mendaftar PPDB lewat jalur prestasi non akademik dinyatakan lulus, namun saat melakukan pendaftaran ulang di sekolah tiba-tiba anaknya dinyatakan tidak lulus.
“Anak saya kemarin dinyatakan diterima di SMAN 1 Glagah jalur prestasi non akademik. Saya ada bukti cetaknya. Tapi saat daftar ulang katanya tidak diterima,” ujar Indah, Kamis (20/07/2023).
Indah menceritakan jika sebelum itu anaknya dikonfirmasi pihak sekolah untuk hadir ke SMAN 1 Glagah dalam keperluan pendaftaran ulang.
Dengan membawa bukti cetak diterima serta berkas keperluan lainnya, Indah dan putrinya Violita berangkat jauh-jauh dari Kalibaru menuju Glagah.
Sesampainya di SMAN 1 Glagah, Indah dan anaknya itu diminta mengisi formulir serta tanda tangan diatas materai bahwa pihak orang tua dan murid menyetujui serta siap mematuhi aturan dari pihak sekolah.
“Setelah itu saya disuruh login ke Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), ternyata kita susah mau login,” imbuhnya.
Beberapa kali ia coba namun belum kunjung berhasil. Pihak sekolah awalnya mengira server lagi error. Sehingga terpaksa menunggu cukup lama.
“Namun setelah menunggu lama dan dicoba lagi ternyata belum juga berhasil. Kemudian pernyataan pihak sekolah membuat saya kaget, bahwa anak saya tiba-tiba dinyatakan tidak diterima,” ucap Indah.
Selaku orang tua, Indah mengaku kecewa dengan kejadian tersebut. Selain jarak ditempuh dari rumah cukup jauh. Sampai saat ini sang anak tidak bisa sekolah di SMA atau SMK negeri.
“Kami kan tidak akan berangkat jauh-jauh dari Kalibaru ke Banyuwangi kalau tidak ada cetak bukti diterima,” tuturnya dengan nada kesal.
Dari kejadian itu, Indah menambahkan, ia mencoba pendaftaran putrinya melalui PPDB jalur nilai. Namun sayang, nama Violita tidak lolos.
“Mau daftar PPDB ketiga jalur zonasi sudah tidak mungkin karena waktunya terulur,” ungkapnya.
Akhirnya sampai saat ini Violita tidak dapat sekolah negeri. Karena Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah dimulai pada Senin, 17 Juli 2023.
“Intinya, sampai hari ini putri saya tidak bersekolah dan sudah tidak bisa menemukan sekolahan negeri. Saya sangat kecewa, bagi kami PPDB online merugikan siswa dan keluarga,” cetusnya.
Indah mengatakan jika kondisi sang anak kini mengalami stres karena tidak bisa melanjutkan pendidikan di sekolah negeri.
“Sampai sekarang anak saya stres, karena tidak dapat sekolah negeri. Mau sekolah di negeri sudah tutup. Bisa sih sekolah di swasta, tapi anak saya tidak mau,” tukasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Kabupaten Banyuwangi, Mohammad Arief Ainurrozie mengaku telah mengetahui persoalan tersebut.
“Kami sudah menerima bukti penerimaan, kemudian beserta data-data yang lain. Kemudian kami kroscek ke sistem. Jadi, hasilnya anak ini memang tidak terdaftar sebagai siswa yang diterima melalui jalur prestasi non akademik di SMAN 1 Glagah,” tegas Arief.
Pihaknya juga telah melakukan kroscek melalui akun Violita dan hasilnya tertulis jika anak ini dinyatakan tidak diterima.
“Kami juga cek riwayat pendaftarannya, ternyata anak ini mendaftar sebanyak empat kali. Padahal seharusnya kalau anak ini diterima di tahap satu, maka dia sudah tidak mendaftar di tahap dua, tahap tiga dan seterusnya,” jelasnya.
Namun kenyataannya, lanjut Arief, siswa atas nama Violita masih bisa mendaftar di tahap selanjutnya.
“Sehingga kemudian kami menyatakan bahwa anak ini memang tidak diterima. Bukan karena dari kesalahan sistem,” beber dia.
Berkaitan bukti cetak yang menyatakan bahwa anak ini diterima di SMAN 1 Glagah melalui jalur prestasi non akademik, Arief mengaku masih melakukan penelusuran.
“Nah ini yang kami masih konfirmasi, bukti cetak itu dapat dari mana anaknya,” katanya.
Arief menegaskan jika penerimaan peserta didik baru di SMA negeri telah ditutup. Sehingga anak yang bersangkutan memang sudah tiba bersekolah di SMA negeri.
“Karena sekarang sudah MPLS. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga telah melarang sekolah negeri untuk menerima. Maka yang bersangkutan bisa bersekolah di SMA atau SMK swasta yang terdekat,” tandasnya.
Related posts

Gandrung Sewu: Saat Budaya Bertemu Inovasi dan Kreativitas
KABARIJEN.COM – Bertemakan Payung Agung ‘The Diversity of Culture’, Gandrung Sewu membuka jendela keragaman dan kekayaan budaya nusantara yang hidup berdampingan secara harmonis di Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu kembali memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024). Sebanyak 1.350 penari Gandrung Sewu menampilkan…
Dam Singir: Simbol Kekokohan Arsitektur Belanda di Banyuwangi
KABARIJEN.com – Dam Singir, yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi simbol kekokohan arsitektur Belanda yang masih lestari hingga kini. Bangunan monumental ini memancarkan keindahan dan kehandalan strukturalnya yang tak tertandingi. “Dam Singir bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga peninggalan berharga yang mencerminkan…
Rayakan Hari Wayang Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Wayang Kulit Selama Tiga Hari
KABARIJEN.com – Memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November, Banyuwangi Festival menggelar Festival Wayang Kulit 2023. Selama 3 hari (6 – 8 November), setiap malam ditampilkan pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertunjukan tersebut menampilkan parade 3 dalang…
PT BSI Dukung Petik Laut Nelayan Pancer Banyuwangi
KABARIJEN.com – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut mendukung perayaan upacara tradisi petik laut yang dilakukan masyarakat Kampung Nelayan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tradisi petik laut ke-48 itu, merupakan perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Hari pertama perayaan ini diawali dengan doa…
Dijuluki Raja Ampatnya Banyuwangi, Pulau Bedil Jadi Primadona Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Destinasi yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” ini mencatatkan kunjungan…
Pulau Bedil Jadi Magnet Wisata Baru Banyuwangi Saat Musim Liburan
KABARIJEN.com – Pesona Pulau Bedil, yang dijuluki ‘Raja Ampat-nya Banyuwangi’, kian menyedot perhatian wisatawan. Destinasi eksotis yang berlokasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini terus mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat momen hari libur dan libur Natal dan Tahun…
Akses Mulus ke Pulau Bedil, Disbudpar Apresiasi Peran CSR
Banyuwangi – Destinasi wisata baru Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, langsung diserbu ribuan wisatawan. Pulau ini, dengan pemandangan darat dan bawah laut yang eksotis, bahkan dijuluki sebagai Raja Ampatnya Banyuwangi. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Pulau Merah Banyuwangi Banjir Pengunjung saat Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pantai Pulau Merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, jadi primadona wisatawan selama libur lebaran Idul Fitri 2025. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, terhitung mulai tanggal 28 Maret-7 April, lonjakan pengunjung mencapai 300 persen dibanding…