KABARIJEN.com – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banyuwangi menyoroti kondisi fiskal daerah yang disebut memasuki masa sulit pada tahun anggaran 2026. Hal ini disampaikan Pimpinan Banggar, Michael Edy Hariyanto, dalam laporan resmi pembahasan APBD 2026.
Menurut Michael, kebijakan fiskal nasional berdampak signifikan pada kemampuan keuangan daerah. Dana transfer ke Banyuwangi berkurang sekitar Rp665 miliar, sehingga menciptakan tekanan tersendiri dalam penyusunan rencana pembangunan.
“Kondisi fiskal kita tahun 2026 dihadapkan pada situasi yang sulit. Pengurangan dana transfer menjadi tantangan besar,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah tetap berkewajiban memenuhi target yang telah ditetapkan dalam RPJMD dan RKPD 2026. Karena itu, menurut Michael, dibutuhkan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan pendapatan, belanja, dan pembiayaan.
“Maka dibutuhkan strategi baru dengan melakukan refocusing maupun penyesuaian yang mendasar,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya pemilihan program secara selektif berdasarkan urgensi kebutuhan. Langkah tersebut diperlukan agar alokasi anggaran tetap efektif dan efisien demi keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat.
Michael juga menyinggung relevansi Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja, serta Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 terkait perubahan regulasi pengadaan barang dan jasa. Menurutnya, kedua regulasi tersebut harus menjadi acuan dalam penyusunan APBD 2026.
“Persoalan utama kita sekarang adalah bagaimana dengan keterbatasan pendapatan ini kita tetap dapat memenuhi target pembangunan, standar layanan publik, dan penyelenggaraan pemerintahan daerah secara umum,” ungkapnya.
Ia menuturkan bahwa konsolidasi antara eksekutif dan legislatif menjadi faktor penting untuk memperkuat reformasi fiskal daerah. Tujuannya adalah membangun struktur APBD yang lebih sehat dan tangguh menghadapi tekanan ekonomi.
“Kita harus tetap optimistis dan terus membangun konsolidasi eksekutif dan legislatif secara kuat untuk bersama-sama melakukan reformasi fiskal dalam rangka mewujudkan konstruksi APBD yang sehat dan kuat,” kata Michael.
Dengan berbagai tantangan fiskal tersebut, Banggar menilai bahwa APBD 2026 harus menjadi instrumen yang benar-benar adaptif dan responsif terhadap kondisi ekonomi nasional maupun kebutuhan masyarakat daerah.
Related posts

Gandrung Sewu: Saat Budaya Bertemu Inovasi dan Kreativitas
KABARIJEN.COM – Bertemakan Payung Agung ‘The Diversity of Culture’, Gandrung Sewu membuka jendela keragaman dan kekayaan budaya nusantara yang hidup berdampingan secara harmonis di Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu kembali memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024). Sebanyak 1.350 penari Gandrung Sewu menampilkan…
Dam Singir: Simbol Kekokohan Arsitektur Belanda di Banyuwangi
KABARIJEN.com – Dam Singir, yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi simbol kekokohan arsitektur Belanda yang masih lestari hingga kini. Bangunan monumental ini memancarkan keindahan dan kehandalan strukturalnya yang tak tertandingi. “Dam Singir bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga peninggalan berharga yang mencerminkan…
Rayakan Hari Wayang Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Wayang Kulit Selama Tiga Hari
KABARIJEN.com – Memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November, Banyuwangi Festival menggelar Festival Wayang Kulit 2023. Selama 3 hari (6 – 8 November), setiap malam ditampilkan pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertunjukan tersebut menampilkan parade 3 dalang…
PT BSI Dukung Petik Laut Nelayan Pancer Banyuwangi
KABARIJEN.com – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut mendukung perayaan upacara tradisi petik laut yang dilakukan masyarakat Kampung Nelayan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tradisi petik laut ke-48 itu, merupakan perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Hari pertama perayaan ini diawali dengan doa…
Dijuluki Raja Ampatnya Banyuwangi, Pulau Bedil Jadi Primadona Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Destinasi yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” ini mencatatkan kunjungan…
Pulau Bedil Jadi Magnet Wisata Baru Banyuwangi Saat Musim Liburan
KABARIJEN.com – Pesona Pulau Bedil, yang dijuluki ‘Raja Ampat-nya Banyuwangi’, kian menyedot perhatian wisatawan. Destinasi eksotis yang berlokasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini terus mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat momen hari libur dan libur Natal dan Tahun…
Akses Mulus ke Pulau Bedil, Disbudpar Apresiasi Peran CSR
Banyuwangi – Destinasi wisata baru Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, langsung diserbu ribuan wisatawan. Pulau ini, dengan pemandangan darat dan bawah laut yang eksotis, bahkan dijuluki sebagai Raja Ampatnya Banyuwangi. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Pulau Merah Banyuwangi Banjir Pengunjung saat Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pantai Pulau Merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, jadi primadona wisatawan selama libur lebaran Idul Fitri 2025. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, terhitung mulai tanggal 28 Maret-7 April, lonjakan pengunjung mencapai 300 persen dibanding…