KABARIJEN.com – Dalam upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi menggelar pembinaan langsung kepada pelaku UMKM. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Pawonkoe Banyuwangi, sebuah usaha rumahan di Kecamatan Sempu yang mengolah hasil laut menjadi camilan modern nan berkualitas.
Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, memimpin langsung kunjungan ke tempat produksi Pawonkoe, Selasa (1/7/2025) lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari monitoring rutin serta dukungan promosi kepada UMKM binaan.
“Pawonkoe menjadi bukti bahwa kreativitas lokal bisa menghasilkan produk berdaya saing. Mereka mampu mengolah kulit cumi dan salmon menjadi camilan kekinian yang digemari pasar,” kata Suryono.
Pawonkoe memang tak asing di kalangan penggemar makanan olahan laut. Produk seperti rambak cumi, salmon fish skin varian original dan salted egg, serta sambal cumi menjadi andalan mereka. Tak hanya itu, camilan tradisional seperti sale pisang ambon dan cipiran manis juga masuk dalam daftar jual.
Menurut Suryono, pembinaan ini difokuskan pada penguatan standar mutu, pengemasan, dan strategi pemasaran digital. Ia menilai, meski skala usaha masih mikro, potensi UMKM seperti Pawonkoe sangat besar bila ditopang oleh sistem produksi yang profesional.
“Kalau produk sudah terstandar, berizin lengkap, dan promosinya maksimal, maka pasar terbuka lebar. Kita ingin UMKM seperti ini bisa tumbuh, tidak hanya menghidupi keluarga, tapi juga menyerap tenaga kerja,” lanjutnya.
Pawonkoe telah mengantongi izin P-IRT dan sertifikasi halal. Proses produksinya juga mengacu pada prinsip Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP), sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas dan keamanan pangan.
Selain memasarkan produknya di toko oleh-oleh dan pasar lokal, Pawonkoe kini juga aktif memanfaatkan platform digital seperti Instagram dan marketplace.
“Semangat inovasi inilah yang harus terus kita dorong. UMKM seperti Pawonkoe bukan sekadar pelaku ekonomi, tapi juga duta produk kelautan Banyuwangi yang bisa bicara di tingkat nasional,” tutup Suryono. (*)
Related posts

Gandrung Sewu: Saat Budaya Bertemu Inovasi dan Kreativitas
KABARIJEN.COM – Bertemakan Payung Agung ‘The Diversity of Culture’, Gandrung Sewu membuka jendela keragaman dan kekayaan budaya nusantara yang hidup berdampingan secara harmonis di Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu kembali memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024). Sebanyak 1.350 penari Gandrung Sewu menampilkan…
Dam Singir: Simbol Kekokohan Arsitektur Belanda di Banyuwangi
KABARIJEN.com – Dam Singir, yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi simbol kekokohan arsitektur Belanda yang masih lestari hingga kini. Bangunan monumental ini memancarkan keindahan dan kehandalan strukturalnya yang tak tertandingi. “Dam Singir bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga peninggalan berharga yang mencerminkan…
Rayakan Hari Wayang Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Wayang Kulit Selama Tiga Hari
KABARIJEN.com – Memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November, Banyuwangi Festival menggelar Festival Wayang Kulit 2023. Selama 3 hari (6 – 8 November), setiap malam ditampilkan pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertunjukan tersebut menampilkan parade 3 dalang…
PT BSI Dukung Petik Laut Nelayan Pancer Banyuwangi
KABARIJEN.com – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut mendukung perayaan upacara tradisi petik laut yang dilakukan masyarakat Kampung Nelayan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tradisi petik laut ke-48 itu, merupakan perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Hari pertama perayaan ini diawali dengan doa…
Dijuluki Raja Ampatnya Banyuwangi, Pulau Bedil Jadi Primadona Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Destinasi yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” ini mencatatkan kunjungan…
Pulau Bedil Jadi Magnet Wisata Baru Banyuwangi Saat Musim Liburan
KABARIJEN.com – Pesona Pulau Bedil, yang dijuluki ‘Raja Ampat-nya Banyuwangi’, kian menyedot perhatian wisatawan. Destinasi eksotis yang berlokasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini terus mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat momen hari libur dan libur Natal dan Tahun…
Akses Mulus ke Pulau Bedil, Disbudpar Apresiasi Peran CSR
Banyuwangi – Destinasi wisata baru Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, langsung diserbu ribuan wisatawan. Pulau ini, dengan pemandangan darat dan bawah laut yang eksotis, bahkan dijuluki sebagai Raja Ampatnya Banyuwangi. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Pulau Merah Banyuwangi Banjir Pengunjung saat Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pantai Pulau Merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, jadi primadona wisatawan selama libur lebaran Idul Fitri 2025. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, terhitung mulai tanggal 28 Maret-7 April, lonjakan pengunjung mencapai 300 persen dibanding…