KABARIJEN.COM – Gabungan Komisi I dan Komisi IV DPRD Banyuwangi terus melakukan pembahasan intensif terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Banyuwangi Tahun 2025–2029. Fokus utama DPRD dalam pembahasan ini adalah pada target proyeksi pertumbuhan ekonomi, pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua Gabungan Komisi I dan IV, Marifatul Kamila, mengatakan bahwa pembahasan telah berlangsung dalam rapat maraton bersama perangkat daerah terkait.
“Kami sudah menggelar tiga kali rapat pembahasan. Fokus awal masih pada proyeksi pertumbuhan ekonomi yang menjadi fondasi bagi target pembangunan lima tahun ke depan,” ujar Marifatul saat dikonfirmasi, Selasa (24/6/2025).
Menurut politisi Partai Golkar ini, Pemkab Banyuwangi dalam draf RPJMD menargetkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,5 persen dengan kenaikan sekitar 0,6 persen per tahun. Namun DPRD meminta agar target tersebut ditingkatkan menjadi 0,8 hingga 1 persen per tahun.
“Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan per kapita dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, juga bisa mengurangi tingkat pengangguran karena membuka lebih banyak lapangan kerja,” tegasnya.
Marifatul menjelaskan, peningkatan proyeksi pertumbuhan ekonomi bisa dicapai melalui berbagai strategi, di antaranya dengan mendorong masuknya investasi, memperkuat sektor UMKM, dan membuka peluang-peluang ekonomi baru berbasis potensi lokal.
“Pertumbuhan ekonomi yang kuat juga menjadi daya tarik bagi investor, baik domestik maupun asing. Pemkab harus punya peran aktif untuk mewujudkannya,” tambahnya.
Setelah pembahasan proyeksi pertumbuhan ekonomi, DPRD akan melanjutkan pembahasan target penurunan angka kemiskinan, pengangguran, dan indikator penting lainnya seperti IPM.
Sebagai bagian dari upaya penyempurnaan RPJMD, DPRD juga berencana menggelar public hearing dengan melibatkan elemen masyarakat, kalangan akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Masukan dari masyarakat sangat penting. Itu akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan dokumen RPJMD sebelum disahkan menjadi Perda,” ujarnya.
Marifatul menambahkan, DPRD dan pemerintah daerah berkewajiban menuntaskan pembahasan RPJMD paling lambat enam bulan setelah pelantikan kepala daerah, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.
“Kepala daerah hasil Pilkada 2024 akan dilantik pada 20 Februari 2025. Artinya, RPJMD harus sudah disahkan paling lambat Agustus 2025,” pungkasnya
Related posts

Gandrung Sewu: Saat Budaya Bertemu Inovasi dan Kreativitas
KABARIJEN.COM – Bertemakan Payung Agung ‘The Diversity of Culture’, Gandrung Sewu membuka jendela keragaman dan kekayaan budaya nusantara yang hidup berdampingan secara harmonis di Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu kembali memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024). Sebanyak 1.350 penari Gandrung Sewu menampilkan…
Dam Singir: Simbol Kekokohan Arsitektur Belanda di Banyuwangi
KABARIJEN.com – Dam Singir, yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi simbol kekokohan arsitektur Belanda yang masih lestari hingga kini. Bangunan monumental ini memancarkan keindahan dan kehandalan strukturalnya yang tak tertandingi. “Dam Singir bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga peninggalan berharga yang mencerminkan…
Rayakan Hari Wayang Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Wayang Kulit Selama Tiga Hari
KABARIJEN.com – Memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November, Banyuwangi Festival menggelar Festival Wayang Kulit 2023. Selama 3 hari (6 – 8 November), setiap malam ditampilkan pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertunjukan tersebut menampilkan parade 3 dalang…
PT BSI Dukung Petik Laut Nelayan Pancer Banyuwangi
KABARIJEN.com – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut mendukung perayaan upacara tradisi petik laut yang dilakukan masyarakat Kampung Nelayan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tradisi petik laut ke-48 itu, merupakan perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Hari pertama perayaan ini diawali dengan doa…
Dijuluki Raja Ampatnya Banyuwangi, Pulau Bedil Jadi Primadona Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Destinasi yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” ini mencatatkan kunjungan…
Pulau Bedil Jadi Magnet Wisata Baru Banyuwangi Saat Musim Liburan
KABARIJEN.com – Pesona Pulau Bedil, yang dijuluki ‘Raja Ampat-nya Banyuwangi’, kian menyedot perhatian wisatawan. Destinasi eksotis yang berlokasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini terus mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat momen hari libur dan libur Natal dan Tahun…
Akses Mulus ke Pulau Bedil, Disbudpar Apresiasi Peran CSR
Banyuwangi – Destinasi wisata baru Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, langsung diserbu ribuan wisatawan. Pulau ini, dengan pemandangan darat dan bawah laut yang eksotis, bahkan dijuluki sebagai Raja Ampatnya Banyuwangi. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Pulau Merah Banyuwangi Banjir Pengunjung saat Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pantai Pulau Merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, jadi primadona wisatawan selama libur lebaran Idul Fitri 2025. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, terhitung mulai tanggal 28 Maret-7 April, lonjakan pengunjung mencapai 300 persen dibanding…