KABARIJEN.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi saat ini sedang menggodok aturan tata tertib (tatib) baru untuk periode 2024-2029. Aturan ini diharapkan bisa menjadi pedoman bagi para anggota dewan dalam menjalankan tugas dan fungsinya, serta memastikan kinerja yang lebih efektif dan transparan.
Ketua Panitia Kerja (Panja) Tatib DPRD Banyuwangi, Ruliyono, menyampaikan bahwa pembahasan ini merupakan bagian dari upaya DPRD untuk menyusun tatib yang lebih sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan saat ini. “Kami ingin aturan ini dapat mengakomodasi berbagai perubahan dan tantangan yang ada, baik dari segi regulasi maupun teknologi,” ujarnya dalam rapat yang digelar pada Selasa (3/9/2024).
Rapat perdana pembahasan tatib yang dihadiri oleh seluruh fraksi ini juga menjadi ajang diskusi terkait pemanfaatan teknologi dalam rapat-rapat DPRD. Beberapa anggota dewan mengusulkan penggunaan aplikasi konferensi video seperti Zoom untuk memfasilitasi rapat jarak jauh. Namun, usulan ini masih menuai pro dan kontra di kalangan anggota.
“Saat ini, kami masih mempertimbangkan apakah aturan penggunaan Zoom atau teknologi lainnya bisa diterapkan tanpa mengurangi efektivitas rapat, terutama dalam rapat paripurna yang membutuhkan kuorum,” tambah Ruliyono.
Selain itu, aturan tata tertib yang sedang dibahas juga mencakup prosedur ketika pihak eksekutif, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) atau dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). Aturan ini diharapkan bisa meningkatkan sinergi antara legislatif dan eksekutif.
Anggota DPRD dari berbagai fraksi turut memberikan masukan dalam proses penyusunan tatib ini. Salah satunya adalah usulan untuk memperbarui mekanisme penjadwalan dan pengambilan keputusan agar lebih efisien. “Kami berharap tatib baru ini bisa membantu mempercepat proses pengambilan keputusan tanpa mengurangi kualitas hasilnya,” kata Ficky Septalinda, Wakil Ketua Panja Tatib.
Target penyelesaian pembahasan tatib baru ini diperkirakan dalam beberapa minggu ke depan. Setelah disepakati, tatib ini akan menjadi pedoman utama dalam pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) serta pembagian tugas dan fungsi (tupoksi) bagi anggota DPRD Banyuwangi.
Dengan adanya aturan tata tertib baru ini, diharapkan kinerja DPRD Banyuwangi bisa lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. “Kami ingin agar DPRD bisa beradaptasi dengan situasi saat ini dan tetap fokus pada pelayanan kepada masyarakat,” tutup Ruliyono.
Related posts

Gandrung Sewu: Saat Budaya Bertemu Inovasi dan Kreativitas
KABARIJEN.COM – Bertemakan Payung Agung ‘The Diversity of Culture’, Gandrung Sewu membuka jendela keragaman dan kekayaan budaya nusantara yang hidup berdampingan secara harmonis di Banyuwangi. Festival Gandrung Sewu kembali memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024). Sebanyak 1.350 penari Gandrung Sewu menampilkan…
Dam Singir: Simbol Kekokohan Arsitektur Belanda di Banyuwangi
KABARIJEN.com – Dam Singir, yang terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi simbol kekokohan arsitektur Belanda yang masih lestari hingga kini. Bangunan monumental ini memancarkan keindahan dan kehandalan strukturalnya yang tak tertandingi. “Dam Singir bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga peninggalan berharga yang mencerminkan…
Rayakan Hari Wayang Nasional, Banyuwangi Gelar Festival Wayang Kulit Selama Tiga Hari
KABARIJEN.com – Memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November, Banyuwangi Festival menggelar Festival Wayang Kulit 2023. Selama 3 hari (6 – 8 November), setiap malam ditampilkan pertunjukan wayang yang digelar di Lapangan RTH Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertunjukan tersebut menampilkan parade 3 dalang…
PT BSI Dukung Petik Laut Nelayan Pancer Banyuwangi
KABARIJEN.com – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) turut mendukung perayaan upacara tradisi petik laut yang dilakukan masyarakat Kampung Nelayan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tradisi petik laut ke-48 itu, merupakan perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Hari pertama perayaan ini diawali dengan doa…
Dijuluki Raja Ampatnya Banyuwangi, Pulau Bedil Jadi Primadona Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Destinasi yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Banyuwangi” ini mencatatkan kunjungan…
Pulau Bedil Jadi Magnet Wisata Baru Banyuwangi Saat Musim Liburan
KABARIJEN.com – Pesona Pulau Bedil, yang dijuluki ‘Raja Ampat-nya Banyuwangi’, kian menyedot perhatian wisatawan. Destinasi eksotis yang berlokasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini terus mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, terutama saat momen hari libur dan libur Natal dan Tahun…
Akses Mulus ke Pulau Bedil, Disbudpar Apresiasi Peran CSR
Banyuwangi – Destinasi wisata baru Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, langsung diserbu ribuan wisatawan. Pulau ini, dengan pemandangan darat dan bawah laut yang eksotis, bahkan dijuluki sebagai Raja Ampatnya Banyuwangi. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…
Pulau Merah Banyuwangi Banjir Pengunjung saat Libur Lebaran
KABARIJEN.com – Pantai Pulau Merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, jadi primadona wisatawan selama libur lebaran Idul Fitri 2025. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat, terhitung mulai tanggal 28 Maret-7 April, lonjakan pengunjung mencapai 300 persen dibanding…